Polisi dan BPP Bersinergi Fasilitasi Harga Jual Jagung Petani

  • 09 Mei 2026 17:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Kampung Cikendal, Desa Sudalarang, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut merupakan sala satu daerah masuk lima besar dalam penghasil komoditas palawija jenis tanaman jagung dan tembakau. Pola tanam jagung oleh petani setempat diatas lahan tadah hujan tersebut tergolong cukup produktif. Dalam satu tahun bisa dua hingga tiga kali masa panen.

Namun keberhasilan petani di wilayah setempat, tentu saja tidak lepas dari upaya pendampingan Petugas Balai Penyuluh Pertanian (BPP), dan juga peran Aparat Kepolisian di Polsek Sukawening yang selalu mendampingi dari mulai proses tanam, masa panen, proses produksi, penjualan hingga mengantarkan hasil produksi hingga ketitik Bulog.

Kapolsek Sukawening Polres Garut, AKP. Budiman atau lebih akrab disapa bang Ajay mengatakan, pihaknya cukup intensif melakukan kerjasama dengan dinas terkait khususnya dengan BPP yang melakukan pendampingan terhadap petani guna mensukseskan program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional." Secara tehnis kan pihak BPP yang bisa menjelaskan berhasil atau tidaknya pola tanam yang dilakukan oleh petani, apalagi dilahan tadah hujan,"katanya, di Garut, Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia mengatakan, sebelum pihaknya (aparat kepolisian) mendampingi petani dalam rangka mengawal swasembada pangan nasional tersebut, para petani mengalami kesulitan atau kendala saat hasil produksinya dijual ke Bulog." Mungkin awalnya masalah komunikasi saja, karena ketidaktahuan para petani terkait aturan yang diterapkan oleh bulog, sehingga kesannya cukup ribet atau sulit, namun setelah difasiilitasi oleh kami, alhamdullilah kini proses penjualan hingga pengiriman berjalan lancar,"tuturnya.

Sementara itu, Kordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Wilayah Kecamatan Sukawening Garut, Santi mengatakan, selain mendampingi secara tehnis pola tanam petani baik dilahan produktif atau dilahan tadah hujan, pihaknya juga turut memfasilitasi perubahan harga jual ke pihak bulog." Jika selama ini para petani menjual hasil panen jagungnya kepihak tengkulak dengan harga rendah yakni 4 ribu rupiah per kilogramnya , namun setelah difasilitasi dengan pihak bulog bekerjasama dengan pihak kepolisian, kini harga jual jagung petani mengalami kenaikan menjadi 6 ribu rupiah per kilogramnya, serta lancar dalam proses penjualannya,"ujarnya.

Pihaknya juga menurut Santi, turut melakukan pendampingan dan memberikan solusi terkait kendalanya dihadapi petani seperti serangan hama penyakit. "Kami juga turut turun kelapangan melakukan pendampingan dalam mengatasi hama penyakit yang menyerah lahan pertanian,"katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....