Diky Candra: Monumen Koperasi Menjadi Cagar Budaya Sudah Dibahas di Kementerian
- 09 Mei 2026 17:44 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Kawasan Monumen Koperasi di Kota Tasikmalaya menjadi cagar budaya nasional kembali mengemuka. Dorongan untuk menjadi cagar budaya nasional, kembali dibahas dalam RAT Tahun Buku 2025 Pengurus Pusat Koperasi Kota Tasikmalaya (PKKT) di Aula PKKT Jalan Dr Moch Hatta Kota Tasikmalaya, Sabtu 9 Mei 2026.
Plh Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra yang hadir dalam RAT tersebut mengatakan,
proses penetapan Monumen Koperasi sebagai cagar budaya nasional sudah masuk pembahasan di kementerian. Untuk tingkat Kota Tasikmalaya, status cagar budaya telah selesai ditetapkan.
Termasuk kata Diky, untuk pemerintah provinsi sendiri, telah memberikan rekomendasi ke pemerintah pusat.“Mudah-mudahan tahun ini bisa ditetapkan menjadi cagar budaya nasional,” katanya.
Sementara itu terkait keberadaan koperasi lanjut dia, ini merupakan model penting dalam bisnis komunal di masyarakat, saat ini koperasi tidak hanya dihadapkan dengan permasalahan perekonomian. Tetapi, koperasi dihadapkan dengan pudarnya budaya bekerja sama.
“ Koperasi mengingatkan bahwa tidak ada yang bisa dikerjakan sendirian. Saat ini orang itu sulit untuk bekerjasama, termasuk untuk berkomunikasi,” kata Diky.
Koperasi ini lanjut Diky, representasi kebersamaan, sehingga jika disatukan akan kuat, dan tentunya berguna bagi masyarakat.
Sementara itu, menurut Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Tasikmalaya Agus Rudianto, kawasan Monumen Koperasi bukan sekadar bangunan tua berselimut kenangan.
Kawasan tersebut merupakan saksi lahirnya semangat gotong royong dan ekonomi kerakyatan di Tasikmalaya.
“Yang dijaga bukan hanya bangunannya. Ada asas kekeluargaan, demokrasi ekonomi dan keadilan sosial di dalamnya,” kata Agus.
Dia berharap penetapan status cagar budaya terealisasi. Sehingga monumen koperasi ini bisa menjadi destinasi eduwisata koperasi yang hidup, lengkap dengan galeri digital, ruang interaktif hingga etalase produk UMKM dan koperasi lokal.
“Termasuk menjadi episentrum kebangkitan koperasi modern dengan kearifan lokal Tasikmalaya. Kemanfaatannya harus benar- benar dirasakan masyarakat di masa yang akan datang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Daniar Ahmad Nurdianto mengatakan, Pemprov Jabar mendukung pengembangan kawasan Monumen Koperasi.“Nilai gotong royong dan kerja sama itu yang harus dilestarikan. Jangan hanya fisiknya saja,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....