Flyover Bisa Jadi Solusi untuk Hindari Kecelakaan Kereta

  • 06 Mei 2026 20:54 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Ada sorotan tajam terhadap masinis, sopir taksi, dan bahkan Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI), setelah kecelakaan kereta api terjadi di Bekasi pada 27 April 2026, yang sedikitnya menewaskan 16 orang. Kecelakaan kereta di Bekasi Timur itu sendiri mirip dengan beberapa kecelakaan kereta api sebelumnya, yakni terjadi di sekitar pintu perlintasan kereta.

Menuntut seseorang untuk bertanggung jawab memang tak salah dan sudah lumrah, asal tepat sasaran. Tapi melupakan penyebab kecelakaan yang sering terulang, adalah lebih salah lagi.

Pangkal utama masalah adalah keadaan di sekitar pintu perlintasan kereta api, tepatnya perlintasan sebidang. Di titik inilah energi terbesar negeri ini harus dikerahkan.

Banyak kecelakaan kereta terjadi atau setidaknya berkaitan dengan situasi di pintu perlintasan sebidang, yang sering diawali dari kebiasaan berkendara yang buruk yang kerap menerobos hal yang tak boleh diterobos, termasuk pintu perlintasan ketika kereta hendak lewat. Bahkan pejalan kaki pun sering nekad menerobos ketika kereta hendak lewat.

Lihat saja kecelakaan kereta yang terjadi di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, pada 9 Desember 2013. Kecelakaan ini pun diawali dari kendaraan yang menerobos pintu perlintasan kereta, lalu terhenti di jalur rel. Pada saat yang sama, kereta api melaju di lintasan tersebut dan membutuhkan jarak yang panjang untuk melakukan pengereman, sehingga tabrakan pun tak terhindarkan.

Walaupun korban jiwa dari kecelakaan ini tidak sebanyak pada insiden kereta sebelumnya, termasuk dibandingkan dengan kecelakaan di Bekasi Timur beberapa waktu lalu, PT KAI Commuter Jabodetabek tetap segera melakukan sejumlah pembenahan. Salah satunya adalah penambahan petunjuk keadaan darurat pada KRL, mengingat saat kejadian banyak penumpang kebingungan membuka pintu darurat.

Bahkan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan segera melakukan investigasi menyeluruh. Serta mempercepat perbaikan sistem keselamatan perlintasan kereta api, menyusul kecelakaan yang terjadi di Bekasi.

“Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini juga padat ya, dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat-sangat mendesak, jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden,” ungkap Presiden melalui Humas Kemensetneg RI, Rabu 6 Mei 2026.

Namun, langkah drastis yang dilakukan saat itu adalah membangun flyover. Walau baru terealisasi empat tahun kemudian, flyover Pondok Betung ampuh menutup peluang kecelakaan, sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta, sama dengan flyover-flyover di jalur ini, termasuk flyover Permata Hijau.

Membangun flyover memang mahal dan lama, tapi ini adalah langkah sangat efektif dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta dan mencegah hilangnya nyawa manusia. Pilihan ini menjadi kian penting karena di negara ini, kebiasaan pengendara maupun pejalan kaki untuk menerobos perlintasan kereta masih sulit dihentikan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....