Kenaikan Harga BBM, DLH Kota Bandung Pastikan Pengangkutan Sampah Tetap Normal
- 06 Mei 2026 10:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi berdampak pada pembiayaan operasional pengangkutan sampah di Kota Bandung. Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung memastikan layanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Kedis DLH Kota Bandung Darto menegaskan, bahwa sektor pengangkutan sampah tidak boleh terdampak langsung oleh kondisi tersebut. Ia menyebutkan, stabilitas layanan menjadi prioritas utama pemerintah kota.
“Berdampak terhadap pembiayaan, tapi pengangkutan tidak boleh kena dampak. Harus tetap normal,” ujar Darto, Rabu 6 Mei 2026.
Ia menjelaskan, seluruh armada pengangkut sampah di Kota Bandung menggunakan BBM non-subsidi jenis Dexlite, sehingga kenaikan harga BBM secara global memberikan tekanan pada anggaran operasional.
“Angkutan persampahan tidak menggunakan BBM bersubsidi. Kita menggunakan BBM non-subsidi, Dexlite. Jadi tentu ada kontraksi akibat situasi global seperti ini,” jelasnya.
Darto mengungkapkan, pada awal kenaikan harga BBM, anggaran yang semula dirancang untuk mencukupi kebutuhan selama 12 bulan mengalami penurunan daya beli menjadi hanya sekitar 10 bulan. Dengan adanya kenaikan lanjutan, pihaknya memperkirakan kemampuan anggaran bisa kembali tergerus.
“Kalau sebelumnya cukup untuk 12 bulan, setelah kenaikan pertama menjadi 10 bulan. Dengan kenaikan berikutnya, kemungkinan hanya cukup sampai 9 bulan,” paparnya.
Meski demikian, DLH Kota Bandung telah menyiapkan langkah antisipasi untuk memastikan operasional tetap berjalan hingga akhir tahun. Salah satunya melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan yang biasanya dilakukan pada Agustus atau September.
Selain itu, DLH juga memiliki strategi cadangan berupa penyimpanan kuota BBM yang cukup hingga awal tahun berikutnya. Sistem ini didukung oleh penggunaan teknologi kartu RFID dari Pertamina, yang memudahkan pengelolaan distribusi BBM.
“Kita biasanya memiliki cadangan BBM sampai Januari. Jadi meskipun di awal tahun anggaran belum berjalan, operasional tidak terganggu,” ungkapnya.
Darto menambahkan, biaya operasional BBM untuk pengangkutan sampah di Kota Bandung tergolong besar, dengan total anggaran mencapai puluhan miliar rupiah per tahun, bahkan mendekati Rp90 miliar.
Namun, ia mengakui tidak mengingat secara rinci angka keseluruhan tersebut. “Detailnya kepala UPT yang lebih tahu. Kalau saya mengingat sampai angka detail, tidak kuat,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....