BPS: 1,79 Juta Orang Jawa Barat Nganggur, TPT Desa Naik

  • 05 Mei 2026 19:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Jumlah pengangguran di Jawa Barat masih banyak. Walaupun secara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menunjukkan tren penurunan.

Hal itu berdasarkan publikasi terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat. BPS mencatat, masih ada 1,79 juta orang menganggur dalam catatan periode Februari 2026, angka itu turun dari Februari 2025 yang masih di angka 1,81 persen.

Atau kalau dilihat dari TPT dalam periode itu tercatat di angka 6,64 persen. Turun tipis jika dibandingkan periode sebelumnya di angka 6,74 persen.

Rinciannya, Jumlah penduduk usia kerja periode Februari 2026 mencapai 39,47 juta orang. Dari jumlah tersebut, jumlah angkatan kerja mencapai 26,89 juta orang, dan jumlah bukan angkatan kerja mencapai 12,58 juta orang.

Dari jumlah angkatan kerja sebanyak 26,89 juta orang, ada sebanyak 25,10 juta orang yang bekerja, dan 1,79 juta orang pengangguran.

"Menurut kami ada penambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 110,19 ribu orang dalam setahun terakhir. Kalau jumlah pengangguran turun sebanyak 20,79 ribu orang, " cetus Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati, Selasa 5 April 2026.

Ari melanjutkan, Sektor Perdagangan Besar dan Eceran menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak. Total 21,81 persen, disusul oleh sektor Industri 18,32 persen, dan Pertanian 15,57 persen.

Sementara dari status pekerjaannya distribusi penduduk bekerja banyak yang statusnya buruh/karyawan/pegawai. Angkanya tembus 40,67 persen, sedangkan yang berusaha sendiri ada 22,40 persen.

TPT Desa Naik

Dalam kesempatan itu, BPS juga mencatat anomali. Bahwa TPT di perdesaan justru menunjukkan kenaikan. Tercatat TPT Perdesaan ada di 5,12 persen pada Februari 2026. Angka itu naik dibandingkan Februari 2025 yang di 4,40 persen.

Berkaitan dengan itu, Ari menjelaskan, kondisi itu justru menunjukkan geliat di perdesaan. "Sekarang orang tidak sepenuhnya mencari pekerjaan ke kota. Jadi mereka bertahan mencari pekerjaan di desa, " katanya.

Peningkatan pengangguran di perdesaan ini salah satu peluang dan potensi. Bahwa masyarakat-masyarakat di perdesaan terlihat sudah mulai aktif di pasar kerja. Jadi kecenderungannya perempuan itu mulai aktif di pasar kerja terlihat dari tingkat partisipasi angkatan kerja yang meningkat.

"Jadi tidak hanya mereka mengurus rumah tangga atau melakukan aktivitas lainnya, tetapi mereka mulai aktif di pasar kerja dengan mencari pekerjaan atau memulai aktivitas bekerja, " katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....