Belum Ada Pengelola Baru, Kondisi Satwa Bandung Zoo Sehat dan Stabil
- 03 Mei 2026 18:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Kondisi satwa di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) saat ini dilaporkan dalam keadaan sehat dan stabil. Saat ini Pemerintah Kota Bandung tengah mencari pihak baru yang hendak dan layak untuk mengelola Bandung Zoo.
“Alhamdulillah saat ini sehat semuanya, kami rawat dengan baik,” ujar Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, Minggu 3 Mei 2026.
Sebelumnya, Bandung Zoo telah tutup sejak Agustus 2025 lalu akibat konflik sengketa kepengurusan, disusul pencabutan izin oleh Pemkot Bandung meneruskan keputusan Kementerian Kehutanan pada Februari 2026. Di tengah penutupan itu, muncul kabar duka terkait kematian dua anak Harimau Benggala akibat virus.
Pasca matinya dua anak Harimau itu, Pemerintah menggelar seleksi pengelola baru untuk Bandung Zoo. Sementara itu, Sulhan juga mengatakan dalam delapan bulan terakhir pihaknya mencatat kelahiran belasan bayi satwa dari berbagai jenis secara alami.
“Kita dalam 8 bulan terakhir ini memiliki belasan bayi yang lahir secara alami di Kebun Binatang Bandung,” ujarnya.
Beberapa satwa yang lahir di antaranya bayi tapir, orangutan, rusa, burung, hingga binturung. Namun, ia mengungkapkan dua bayi harimau benggala yang sempat lahir harus mati akibat virus.
“Salah satunya bayi harimau benggala yang kemarin juga heboh, dua-duanya mati karena virus,” katanya.
Sulhan menjelaskan, perawatan terhadap bayi satwa dilakukan secara khusus dan intensif. Bahkan, sebagian ditempatkan di ruang karantina dengan pengawasan ketat selama 24 jam.
“Kalau anak-anak bayi itu ada treatment khusus, dijaga 24 jam. Kalau malam memang ada yang jaga karena masih ada satwa yang harus diberikan susu setiap 4 jam,” jelasnya.
Selain itu, ia memastikan bahwa secara umum kondisi satwa tetap terjaga berkat pengalaman para perawat atau keeper yang sudah terbiasa menangani berbagai jenis hewan. Ia juga menuturkan para satwa tersebut memiliki kedekatan emosional dengan keepernya masing-masing dan tak bisa diganti secara mendadak.
“Satwa-satwa itu memang tim kita sudah terbiasa merawat. Karena beberapa satwa sangat sensitif kalau diganti secara mendadak,” ucapnya.
Sulhan mencontohkan, satwa seperti gajah, tapir, dan burung memiliki tingkat sensitivitas tinggi terhadap pergantian perawat karena adanya ikatan emosional yang sudah terbentuk.
“Karena mereka sangat sensitif, ini bukan yang merawat aku selama ini. Jadi ada bonding,” katanya.
Meski dalam kondisi terbatas, pihak Bandung Zoo tetap berupaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan seluruh satwa. Mereka berharap proses penunjukan pengelola baru segera selesai agar operasional kebun binatang dapat kembali normal dan pelayanan terhadap satwa semakin optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....