Kericuhan di Tamansari-Cikapayang, Polisi Amankan Sejumlah Orang
- 02 Mei 2026 16:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Sejumlah orang diamankan Polisi buntut kericuhan yang terjadi di kawasan Jalan Tamansari–Cikapayang, Kota Bandung, Jumat 1 Mei 2026. Penindakan dilakukan setelah adanya aksi perusakan fasilitas umum yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kericuhan. Namun demikian, pihak kepolisian belum merinci jumlah maupun identitas orang yang diamankan karena penyidik masih melakukan pendalaman.
“Ada yang diamankan, namun kami belum bisa menyampaikan detail terkait identitas, barang bukti, maupun peran yang bersangkutan,” kata Rudi, Jumat 1 Mei 2026 malam.
Rudi menambahkan, Polisi telah mengantongi sejumlah bukti awal yang mengarah pada keterlibatan para terduga pelaku. Bukti tersebut akan menjadi dasar dalam proses hukum lanjutan.
Menurutnya, tindakan penegakan hukum dilakukan karena aksi yang terjadi telah mengarah pada tindak kriminal, bukan sekadar penyampaian aspirasi. Sejumlah fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan dalam insiden tersebut.
“Proses hukum akan terus berjalan melalui pemeriksaan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Rudi menegaskan, kelompok yang terlibat dalam kericuhan tersebut bukan bagian dari aksi penyampaian pendapat. Beberapa fasilitas yang dirusak di antaranya lampu lalu lintas, kamera pengawas, pos polisi, videotron, hingga kios yang diduga dibakar oleh kelompok berpakaian serba hitam tersebut.
“Ini merupakan perbuatan kriminal. Kami berkewajiban melindungi masyarakat, khususnya warga Kota Bandung,” kata Rudi menambahkan..
Dalam pengamanan di lapangan, aparat gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah turut dikerahkan guna menjaga situasi tetap kondusif. Sementara itu, kepolisian masih mendalami latar belakang kelompok yang terlibat dalam kericuhan tersebut, Proses identifikasi dilakukan berdasarkan ciri-ciri serta pola aksi yang muncul di lapangan.
“Motifnya masih kami dalami. Dari hasil sementara, aksi tersebut tidak berkaitan dengan penyampaian aspirasi, melainkan murni perusakan,” kata Rudi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....