SPMB 2026 Bandung Terapkan Dua Shift, Radius Zonasi SD 1 Km dan SMP 3 Km

  • 01 Mei 2026 17:40 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung akan menerapkan sejumlah perubahan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026. Salah satu kebijakan utama yang diberlakukan adalah pembatasan kegiatan belajar mengajar hanya dalam dua shift untuk jenjang SD dan SMP.

‎Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menjelaskan bahwa sistem dua shift akan membagi waktu belajar siswa menjadi sesi pagi dan siang. Kebijakan ini sekaligus menghapus pola lama yang sebelumnya memungkinkan hingga tiga shift dalam satu hari.

‎“Sekarang dibatasi hanya dua shift, yaitu pagi dan siang. Ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengurangi kepadatan siswa di sekolah,” ujar Asep, jumat 1 Mei 2026.

‎Selain pengaturan shift, Pemkot Bandung juga menetapkan ketentuan zonasi berbasis jarak dengan titik koordinat tertentu sebagai acuan. Untuk jenjang SD, radius zonasi ditetapkan sejauh 1 kilometer dari titik tengah yang ditentukan, sementara untuk SMP mencapai 3 kilometer.

‎“Penentuan jarak diukur dari titik koordinat tertentu sebagai pusatnya. Untuk SD radiusnya 1 kilometer, sedangkan SMP 3.000 meter,” jelasnya.


‎Asep menambahkan, penerapan dua shift ini membawa konsekuensi terhadap kebutuhan sarana pendidikan, khususnya ruang kelas baru. Oleh karena itu, Pemkot Bandung berkomitmen menambah ruang kelas guna mendukung kebijakan tersebut.

‎“Dengan dua shift, tentu kita perlu menambah ruang kelas. Tapi kami optimistis tahun ini penambahan ruang kelas baru bisa terealisasi,” katanya.

‎Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan bahwa SPMB 2026 akan dimulai pada 4 Mei dan berlangsung hingga 13 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa kebijakan dua shift menjadi salah satu perubahan penting dalam sistem penerimaan tahun ini.

‎“SPMB kita mulai 4 Mei dan selesai 13 Juli. Ada beberapa perubahan, salah satunya pembatasan maksimal dua shift untuk SD dan SMP,” ucapnya.

‎Menurutnya, pembagian waktu belajar menjadi dua sesi diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif. Upaya itu juga sekaligus mengurangi kepadatan siswa di lingkungan sekolah.

‎“Dengan dua shift, pagi dan siang, kita harapkan kualitas pembelajaran meningkat dan sekolah tidak terlalu padat,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....