Wali Kota Bandung Soroti Kompleksitas Wilayah Perbatasan dan Darurat Sampah
- 01 Mei 2026 16:13 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai wilayah perbatasan kota memiliki kompleksitas persoalan yang tinggi. Kawasan ini dinilai strategis sekaligus rentan karena berbagai dinamika dari daerah tetangga turut berdampak langsung pada Kota Bandung.
Ia menyebut wilayah tersebut sebagai salah satu prioritas karena berada di kawasan perbatasan dengan Cimahi.
“Ini termasuk kelurahan prioritas karena berada di daerah perbatasan. Apa yang terjadi di Kota Cimahi pun berdampak pada Kota Bandung,” ujar Farhan saat mengunjungi Kelurahan Campaka dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-93, Jumat 1 Mei 2026.
Dalam kunjungannya, Farhan menegaskan bahwa penyelesaian persoalan di wilayah perbatasan tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan lurah, camat, serta tujuh RW setempat untuk merumuskan solusi bersama.
“Permasalahannya sangat kompleks sehingga perlu konsolidasi bersama. Insya Allah ini bisa dibantu tidak hanya oleh Forkopimcam, tetapi juga keberadaan kompleks Kodam dan Lanud Husein yang dapat memberdayakan masyarakat,” katanya.
Sebagai langkah awal, Farhan mendorong percepatan pelaksanaan program berbasis kewilayahan atau program prakarsa yang telah diterima oleh tujuh RW di Kelurahan Campaka. Program ini difokuskan untuk menjawab persoalan lingkungan, khususnya di kawasan permukiman padat.
“Yang disegerakan adalah program prakarsa. Saya ingin memastikan program ini berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, terutama untuk menangani masalah lingkungan,” jelasnya.
Selain isu perbatasan, Farhan juga menyoroti kondisi darurat pengelolaan sampah menyusul penutupan TPA Sarimukti sejak Kamis (30/4/2026). Dampaknya, pengangkutan sampah dari Kota Bandung dihentikan sementara selama tiga hari.
“Kita sudah tidak bisa mengangkut sampah ke Sarimukti pada Jumat, Sabtu, dan Minggu. TPS dan TPA sudah penuh,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, Farhan menginstruksikan seluruh lurah untuk segera berkoordinasi dengan RW agar pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri di tingkat wilayah selama masa darurat.
“Saya minta seluruh lurah memastikan sampah selama tiga hari ini diolah di RW masing-masing, agar tidak terjadi penumpukan berlebihan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....