Hunian Apartemen Transit di Jabar Capai 87 Persen, 168 Unit Masih Tersedia untuk MBR
- 30 Apr 2026 10:01 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program apartemen transit (rusunawa) yang tersebar di lima wilayah. Hingga saat ini, tingkat hunian atau okupansi tercatat mencapai 87 persen dari total sekitar 1.295 unit yang tersedia.
Kepala UPTD Pengelolaan dan Pelayanan Perumahan Jawa Barat (P3JB), Taufik Rahmat, menjelaskan bahwa apartemen transit ini ditujukan untuk mengakomodasi masyarakat, khususnya dari kalangan buruh dan MBR, agar memiliki akses hunian sementara yang layak dan terjangkau.
“Kalau berdasarkan data kami secara sistem, tingkat okupansi saat ini sudah mencapai 87 persen. Misalnya di Rancaekek 1 itu 76 persen, Rancaekek 2 sebesar 97 persen, dan Rancaekek 3 mencapai 90 persen,” ujar Taufik Rahmat usai dialog di RRI Pro 1 terkait program penyediaan rusunawa oleh Pemprov Jabar, Kamis 30 April 2026.
Selain di Rancaekek, tingkat hunian di lokasi lainnya juga cukup tinggi. Di Solokan Jeruk tercatat sebesar 91 persen, Batujajar dan Cibatu bahkan sudah mencapai 100 persen atau terisi penuh. Sementara itu, Ujung Berung memiliki tingkat hunian sebesar 79 persen.
Secara keseluruhan, dari total 1.295 unit yang tersedia, masih terdapat 168 unit kosong yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan. Unit tersebut terdiri dari berbagai tipe, seperti tipe 24 dan tipe 27, yang disesuaikan dengan lokasi dan kebutuhan penghuni.
“Dari total unit yang kami sediakan, masih ada 168 unit kosong yang bisa dimanfaatkan. Tipenya beragam, tergantung lokasi, sehingga masyarakat masih memiliki peluang untuk mengakses hunian ini,” jelasnya.
Taufik menambahkan, masih adanya unit kosong ini salah satunya disebabkan oleh kebijakan pembatasan masa tinggal maksimal selama enam tahun bagi para penghuni. Kebijakan tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat lain yang juga membutuhkan hunian.
“Kenapa masih ada yang kosong, karena ada penghuni yang sudah melebihi masa tinggal enam tahun dan harus keluar. Kalau sebelumnya sampai 10 tahun, mungkin hunian akan tetap penuh. Tapi sekarang dibatasi enam tahun agar terjadi perputaran penghuni,” ungkapnya.
Ia merinci, sejumlah unit kosong masih terdapat di beberapa lokasi, seperti Ujung Berung sekitar 50 unit, Solokan Jeruk sekitar 24 unit, serta Rancaekek yang masih menyisakan puluhan unit kosong. Sementara untuk Batujajar dan Cibatu saat ini sudah terisi penuh.
" Dengan ketersediaan unit yang masih cukup, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengajak masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan hunian sementara untuk memanfaatkan fasilitas apartemen transit ini sebagai solusi tempat tinggal yang aman, layak, dan terjangkau," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....