Kolaborasi DKPP, Vantara, dan Lintas Institusi Perkuat Kesehatan Satwa

  • 29 Apr 2026 15:29 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Upaya penguatan kesehatan dan kesejahteraan satwa di Bandung Zoo terus dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak. Pada kunjungan Rabu 29 April 2026, tim veteriner dari Vantara berpartisipasi dalam diskusi teknis bersama tim dokter hewan gabungan.

‎Tim gabungan tersebut terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, RSH Cikole, BBKSDA Jawa Barat, serta dokter hewan yang saat ini bertugas di Bandung Zoo.

‎Diskusi teknis ini bertujuan memperkaya referensi serta pendekatan penanganan kesehatan satwa melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpraktisi. Dengan demikian, setiap langkah yang diambil tetap mengacu pada pertimbangan medis yang komprehensif serta praktik terbaik dalam kesejahteraan satwa (animal welfare).

‎Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung melalui DKPP memastikan kondisi satwa yang ditangani berada dalam keadaan terkendali dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter hewan berwenang.

‎Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menegaskan bahwa penanganan kesehatan satwa dilakukan secara terkoordinasi dan berbasis hasil pemeriksaan medis.

‎“Penanganan satwa dilakukan oleh tim dokter hewan secara terkoordinasi dan terus dipantau perkembangannya. Secara umum kondisi satwa dalam keadaan terkendali dan seluruh langkah penanganan dilakukan berdasarkan pertimbangan medis yang komprehensif. Ke depan, dukungan kolaborasi dari berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap kesehatan dan kesejahteraan satwa tentunya masih sangat kami perlukan,” ujar Gin Gin, rabu 29 April 2026.


‎Keterlibatan Vantara dalam kegiatan ini bersifat kolaboratif, dengan memberikan dukungan teknis serta berbagi pengalaman internasional dalam pengelolaan kesehatan satwa. Pendekatan ini sejalan dengan berbagai kerja sama yang telah dijalin Vantara bersama pemerintah Indonesia, termasuk dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dalam penanganan kesehatan satwa liar dan penguatan fasilitas konservasi.

‎Perwakilan tim veteriner Vantara, Shafira Permata, menyampaikan bahwa kolaborasi antarpraktisi menjadi kunci penting dalam memastikan kualitas penanganan kesehatan satwa.

‎“Kami percaya bahwa kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk otoritas lokal dan para praktisi veteriner, merupakan kunci dalam memastikan setiap penanganan satwa dilakukan secara tepat dan berbasis pada standar animal welfare yang baik. Kehadiran kami di sini adalah untuk berbagi pengalaman dan mendukung proses yang sudah berjalan,” uvapnya.

‎Selain diskusi teknis, dalam kunjungan tersebut Vantara juga menyerahkan dukungan tambahan berupa vitamin dan obat-obatan guna menjaga ketersediaan kebutuhan medis satwa di Bandung Zoo.

‎Secara keseluruhan, proses pemantauan dan penanganan kesehatan satwa di Bandung Zoo terus berjalan secara terkoordinasi oleh tim dokter hewan yang berwenang, dengan dukungan berbagai pihak untuk memastikan kesejahteraan satwa tetap menjadi prioritas utama.

‎Sebagai informasi, Vantara merupakan inisiatif global berbasis di Jamnagar yang berfokus pada konservasi satwa liar, perawatan kesehatan, serta rehabilitasi dengan dukungan fasilitas modern dan tim multidisiplin.

‎Di Indonesia, Vantara telah bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan dalam berbagai program, termasuk upaya pencegahan Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV) pada gajah Sumatera, serta mendukung penguatan fasilitas konservasi seperti rencana revitalisasi rumah sakit gajah di Sumatera.

‎Sebagai bagian dari pengembangan kapasitas global, Vantara juga meresmikan Vantara University pada April 2026 di Jamnagar, Gujarat. Institusi ini menjadi yang pertama di dunia yang mengintegrasikan pendidikan, riset, dan praktik konservasi satwa liar serta ilmu kedokteran hewan dalam satu ekosistem terpadu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....