Pemkot Bandung Percepat Penanganan Sampah

  • 29 Apr 2026 15:02 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat penanganan persoalan sampah melalui optimalisasi pengolahan di tingkat kota. Sejumlah langkah strategis kini dilakukan, mulai dari reaktivasi fasilitas pengolahan hingga penguatan peran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.

‎Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menjelaskan bahwa salah satu strategi utama adalah mengaktifkan kembali sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang sebelumnya sempat tidak beroperasi karena masa pemeliharaan.

‎“Skala kota itu ada peningkatan pengolahan sekitar 100 ton per hari dan harapannya bisa tercapai dalam waktu satu bulan. Kami akan mengaktifkan kembali TPST yang sempat berhenti, seperti di Nyengseret, Tegallega, dan Cicukang Holis,” ujar Salman, Rabu 29 April 2026.


‎Secara keseluruhan, terdapat enam lokasi TPST yang akan dioptimalkan. Dari seluruh titik tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menargetkan tambahan kapasitas pengolahan hingga 100 ton per hari. Dengan demikian, total sampah yang terolah di Kota Bandung ditargetkan meningkat dari 350 ton menjadi sekitar 450 ton per hari.

‎Namun demikian, Salman menegaskan bahwa proses reaktivasi TPST tidak bisa dilakukan secara instan. DLH saat ini masih melengkapi berbagai persyaratan administrasi serta memastikan kesiapan infrastruktur agar operasional berjalan optimal.

‎Selain itu, kerja sama lintas sektor juga terus diperkuat, termasuk dengan TNI. Salah satu fasilitas pengolahan yang berada di lahan milik TNI, yakni di kawasan Secapa, saat ini tengah dalam proses koordinasi untuk kembali dioperasikan.

‎“Kami terus menjalin komunikasi untuk mengaktifkan teknologi pengolahan yang sudah tersedia di sana,” katanya.

‎Di sisi lain, DLH tetap mendorong pengurangan sampah dari sumbernya melalui edukasi masyarakat. Program pengolahan sampah organik seperti komposting, rumah maggot, hingga pengolahan gas terus digencarkan di tingkat kewilayahan agar berjalan secara konsisten.

‎Terkait pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti, Salman menyebutkan bahwa kuota pengiriman saat ini masih dibatasi sekitar 980 ton per hari. Namun, tingginya volume sampah membuat kuota tersebut diperkirakan habis lebih cepat dari jadwal.

‎“Di akhir minggu ini kemungkinan kuota sudah habis. Kami prioritaskan pengangkutan di titik-titik krusial, sementara lokasi lain diatur melalui penjadwalan dan rute yang ketat,” ujarnya.

‎Sejumlah titik penumpukan sampah sebelumnya sempat menjadi perhatian, seperti di kawasan Pasar Induk Gedebage yang kini telah berhasil dibersihkan. Namun, beberapa lokasi lain seperti eks TPA Dago dan kawasan Ciwasta masih dalam proses penanganan bertahap.

‎DLH juga mengantisipasi potensi masuknya sampah dari luar kota, khususnya di wilayah perbatasan. Pengawasan dan koordinasi lintas daerah terus diperkuat guna mencegah terjadinya penumpukan kembali.

‎Dalam waktu dekat, bantuan mesin pengolahan sampah dari TNI Angkatan Darat akan mulai diuji coba. Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat pengurangan timbulan sampah di lapangan, khususnya di wilayah Ciwasta.

‎“Awal bulan depan direncanakan commissioning test. Mudah-mudahan ini bisa membantu mengurangi sampah secara signifikan,” katanya.

‎Sementara itu, program pengolahan sampah organik berbasis masyarakat seperti Gaslah menunjukkan hasil positif. Target pengolahan yang semula sekitar 40 ton per hari bahkan kerap terlampaui.

‎“Target 25 kilogram per orang per hari dengan total sekitar 40 ton sering kali terlampaui. Tinggal kita pastikan pengolahan pascanya berjalan optimal,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....