Apartemen Transit Jadi Terobosan Hunian Layak di Jawa Barat
- 28 Apr 2026 15:51 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan inovasi dalam penyediaan hunian layak melalui program apartemen transit. Program ini menjadi upaya terobosan untuk mengubah stigma rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang selama ini identik dengan kesan kumuh, menjadi hunian yang nyaman, aman, dan berkualitas bagi masyarakat.
Kepala UPTD Pengelolaan dan Pelayanan Perumahan Jawa Barat (P3JB), Taufik Rahmat, menjelaskan bahwa konsep apartemen transit merupakan bentuk pengelolaan baru rusunawa dengan pendekatan yang lebih modern dan humanis.
“Secara konsep, apartemen transit adalah skema pengelolaan rusunawa di Jawa Barat. Kita ingin menghilangkan stigma negatif dan menghadirkan hunian yang nyaman, aman, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Alhamdulillah, tingkat kepuasan penghuni juga cukup tinggi,” ujar Taufik saat ditemui di kantornya, Selasa 28 April 2026.
Ia menuturkan, penggunaan istilah “apartemen transit” bukan sekadar perubahan nama, melainkan strategi branding untuk meningkatkan citra rusunawa agar lebih positif di mata masyarakat. Dengan konsep ini, hunian tidak lagi dipandang sebagai tempat tinggal sementara yang kurang layak, melainkan sebagai hunian berkualitas dengan standar mendekati apartemen.
“Semangatnya adalah meningkatkan kualitas. Dari yang sebelumnya dipersepsikan kurang baik, menjadi hunian yang memiliki standar keamanan, kenyamanan, dan pelayanan seperti apartemen,” katanya.
Lebih lanjut, istilah “transit” menegaskan bahwa hunian tersebut bersifat sementara. Pemerintah mendorong para penghuni untuk tidak menetap selamanya, melainkan menjadikan apartemen transit sebagai batu loncatan menuju kepemilikan rumah pribadi.
“Ada skema yang kami bangun. Penghuni masuk, kemudian mengikuti berbagai program pembinaan dan pemberdayaan. Harapannya, ke depan mereka bisa mandiri dan memiliki rumah sendiri,” jelasnya.
Program apartemen transit sendiri telah dikembangkan sejak 2011 dan mulai beroperasi pada 2015. Hingga kini, terdapat lima lokasi yang dikelola pemerintah, yaitu di Ujung Berung, Rancaekek, Solokan Jeruk (Kabupaten Bandung), Batujajar (Kabupaten Bandung Barat), serta Cibatu (Purwakarta). Beberapa proyek bahkan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat terdahulu.
Dari sisi kapasitas, apartemen transit memiliki jumlah unit yang bervariasi di tiap lokasi. Di Ujung Berung terdapat tiga bangunan dengan sekitar 265 unit. Rancaekek menjadi lokasi terbesar dengan sekitar 550 unit di tujuh tower. Sementara itu, Solokan Jeruk memiliki sekitar 250 unit, Batujajar 89 unit, dan Cibatu 43 unit.
Menariknya, salah satu lokasi di Cibatu telah dilengkapi fasilitas full furnished, memberikan kenyamanan lebih bagi penghuni. Tersedia berbagai tipe unit, mulai dari tipe studio 21 meter persegi, tipe 24 dengan satu kamar, tipe 27 dua kamar, hingga tipe 36 dua kamar.
Dari sisi biaya, apartemen transit menawarkan harga sewa yang relatif terjangkau karena mendapatkan subsidi dari pemerintah. Tarif sewa bervariasi tergantung tipe unit dan lokasi, mulai dari sekitar Rp250 ribu hingga Rp600 ribu per bulan.
“Dengan biaya yang lebih murah, masyarakat bisa mendapatkan hunian yang layak dan pengalaman tinggal yang lebih baik. Ini bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....