Pemkot Bandung Kejar Target Pengolahan Sampah jelang Penutupan TPA 2026
- 26 Apr 2026 14:08 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung tengah berpacu dengan waktu untuk mengatasi persoalan sampah, terutama menjelang rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada Desember 2026.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa sistem pengangkutan sampah saat ini masih menghadapi keterbatasan operasional. Secara efektif, pengangkutan hanya dapat dilakukan pada hari Senin hingga Kamis, sementara pada akhir pekan sampah ditampung sementara di Tempat Penampungan Sementara (TPS).
“Ini kondisi nyata di lapangan. Jumat sampai Minggu kita tampung dulu, Senin baru diangkut,” ujar Farhan, Minggu 26 April 2026.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 500 ton sampah per hari yang belum dapat dikelola secara optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Bandung menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan hingga 600 ton per hari dalam dua bulan ke depan.
Berbagai strategi pun disiapkan, di antaranya penguatan pengelolaan sampah berbasis kewilayahan di tingkat RW melalui program ekonomi sirkular. Program ini mencakup pengolahan sampah organik, pengembangan urban farming, serta pengelolaan dapur sehat di lingkungan masyarakat.
Selain itu, Pemkot Bandung juga berencana membangun 36 titik fasilitas pengolahan sampah di tingkat kecamatan dengan memanfaatkan berbagai teknologi, mulai dari pengolahan organik hingga teknologi termal.
Namun demikian, Farhan mengakui tantangan terbesar saat ini adalah masih rendahnya kapasitas pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Hingga kini, kurang dari 10 persen RW yang mampu mengelola sampah secara mandiri.
“Target kita, sampah organik harus selesai di tingkat RW. Ini berat, tapi harus kita kejar,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....