Pemkot Bandung Percepat Penataan Galian Utilitas
- 26 Apr 2026 13:48 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus mempercepat penataan infrastruktur jalan dan utilitas guna meningkatkan keselamatan serta kenyamanan masyarakat. Upaya ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan terkait galian utilitas yang tidak tertata dan membahayakan pengguna jalan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan persoalan galian utilitas menjadi salah satu fokus utama yang harus segera diselesaikan. Ia menyebut telah memberikan peringatan tegas kepada Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi sebagai pihak yang banyak melakukan pekerjaan jaringan utilitas di Kota Bandung.
“Saya sudah memberikan peringatan, ini sudah sampai SP2. Kalau nanti SP3 keluar dan masih tidak ditindaklanjuti, kita tidak akan ragu mengambil langkah tegas,” ujar Farhan, minggu 26 April 2026.
Langkah tegas tersebut, lanjutnya, termasuk kemungkinan pemutusan jaringan utilitas yang tidak memenuhi kewajiban perbaikan pasca galian. Kebijakan ini diambil untuk memberikan efek jera sekaligus memastikan kepentingan publik tetap menjadi prioritas utama.
Selama ini, persoalan galian utilitas di Bandung kerap dikeluhkan warga karena meninggalkan kondisi jalan rusak, berlubang, dan berpotensi membahayakan, khususnya bagi pengendara roda dua, pejalan kaki, dan pesepeda.
Farhan menegaskan, pemerintah tidak akan mentoleransi praktik pengerjaan yang tidak disertai pemulihan kondisi jalan secara optimal. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar estetika kota, melainkan menyangkut keselamatan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal estetika kota, tapi menyangkut keselamatan. Kalau dibiarkan, risikonya besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan infrastruktur, Farhan menilai keberhasilan tidak hanya diukur dari kecepatan pembangunan atau kualitas fisik semata, tetapi juga dari tingkat keamanan bagi seluruh pengguna jalan. Ia menekankan kelompok rentan seperti pejalan kaki dan pesepeda harus menjadi indikator utama.
“Kalau pejalan kaki yang hobi jalan pagi, lari, dan pesepeda sudah merasa aman, itu baru bisa kita sebut berhasil,” katanya.
Saat ini, Pemkot Bandung melakukan penataan jalan secara bertahap, termasuk memastikan seluruh bekas galian ditutup sesuai standar teknis dan tidak menimbulkan potensi bahaya. Pengawasan dilakukan secara intensif dan harian bersama perangkat daerah terkait, serta diperkuat dengan koordinasi lintas sektor.
Farhan juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur agar bertanggung jawab penuh, tidak hanya pada tahap pelaksanaan, tetapi juga pemeliharaan.
Selain penertiban galian utilitas, Pemkot Bandung juga terus melakukan perbaikan jalan di berbagai titik, dengan prioritas pada ruas yang memiliki tingkat kerusakan tinggi dan mobilitas masyarakat padat. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif untuk menjaga kualitas infrastruktur dalam jangka panjang.
“Yang kita kejar bukan hanya cepat selesai, tapi juga kualitasnya bertahan lama dan aman digunakan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....