Normalisasi Cisunggalah Bukti Kerja Nyata Kolaborasi Semua Pihak

  • 26 Apr 2026 12:09 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sebelumnya, Intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah hulu pada pertengahan April 2026 itu mengakibatkan peningkatan debit Sungai Cisunggalah secara signifikan. Itu mengakibatkan jebolnya tanggul di Kp. Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung.

Akibat kejadian ini, beberapa wilayah terdampak genangan, di antaranya Desa Bojong dan Desa Panyadap. Sekitar 400 warga terdampak, serta ±40 hektare lahan persawahan ikut terendam. Akses jalan di kawasan Anyar Majalaya dan Panyadap juga sempat terganggu akibat genangan dengan ketinggian air mencapai 30–70 cm.

Sebagai solusi itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau langsung progres normalisasi Sungai Cisunggalah hari ketiga yang dikerjakan secara penathelix, di Desa Cibodas Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, menjelang akhir 2026 ini. Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) menyebut Sungai Cisunggalah ini melintasi empat desa sepanjang 5 kilometer. Antara lain Desa Bojong Kecamatan Majalaya, berlanjut ke Desa Panyadap, Padamukti dan Desa Cibodas Kecamatan Solokanjeruk.

"Sungai Cisunggalah ini bermuara di Sungai Citarik yang masuk ke Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang. Dalam normalisasi ini lebar sungai akan dikembalikan ke 8 meter," jelas Bupati, Minggu 26 April 2026.

Pihaknya menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kerja pentahelix ini sehingga normalisasi sungai berjalan lancar, termasuk dengan kehadiran dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. "Alhamdulillah normalisasi sungai secara pentahelix saat ini sudah berjalan. Ini merupakan hasil kerja semuanya secara pentahelix. Kita akan kembalikan lebar Sungai Cisunggalah ini menjadi 8 meter sepanjang 5 kilometer" ujarnya.

KDS juga mengungkapkan sudah bertemu dengan Menteri PUPR atas support dari Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, yang hasilnya disetujui. Itu terkait usulan penanganan dan normalisasi Sungai Cisunggalah, pembangunan kolam retensi di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang, serta pembangunan kolam retensi di Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek.

"Saya yakin ini akan berhasil. Mudah-mudahan proses normalisasi terus berjalan lancar dengan kerjasama pentahelix ini karena turut terlibat pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten juga adanya swadaya masyarakat," harap KDS.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....