Pindad Menyelaraskan Arah Kebijakan Industri Pertahanan Nasional
- 26 Apr 2026 11:36 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Jajaran Direksi & Komisaris, BoD-1, dan BoD-2 PT Pindad mengikuti Rapat Kerja dan Leadership Development Program yang digelar di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Sentul, Bogor di akhir April 2026 ini. Kegiatan ini dilaksanakan dalam momentum peringatan HUT ke-4 DEFEND ID yang menegaskan langkah strategisnya dalam memperkuat kemandirian Industri Pertahanan Nasional melalui penguatan kepemimpinan dan kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan ini bukan sekedar forum konsolidasi internal, juga menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan Industri Pertahanan Nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Forum ini dihadiri oleh jajaran Komisaris dan Direksi Industri Pertahanan, serta calon pemimpin masa depan Industri Pertahanan.
Sejumlah pemangku kepentingan kunci turut hadir. Diantaranya ada Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan, serta Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Asset Management Indonesia, Dony Oskaria, bersama perwakilan lembaga strategis lainnya.
Direktur Utama Holding Industri Pertahanan, DEFEND ID, Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi kepemimpinan dan arah transformasi DEFEND ID. “Melalui forum ini kami tidak hanya menyelaraskan strategi, tetapi juga menyiapkan kepemimpinan masa depan yang adaptif dan berintegritas sebagai fondasi dalam membangun Industri Pertahanan yang mandiri, unggul, dan berdaya saing global”, ujarnya dalam keterangan kepada awak media, Minggu 26 April 2026.
Ia menambahkan, “penguatan riset, inovasi, serta penguasaan teknologi menjadi kunci dalam mendorong kemandirian Industri Pertahanan. Yaitu yang harus di topang oleh kolaborasi erat antara industri, pemerintah, dan TNI”, ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menyampaikan dukungannya bahwa dalam membangun industri pertahanan tidak bisa dilakukan secara parsial. Tapi itu dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, terintegrasi, dan mampu menyatukan seluruh kekuatan nasional, pemerintah, TNI, dan industri dalam satu arah yang jelas.
Industri pertahanan adalah bagian strategis dari pembangunan nasional. Yaitu yang tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga harus didorong menjadi kontributor nyata bagi pertumbuhan ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....