Pemkot Bandung Dorong Investasi dan Kolaborasi Tekan Pengangguran

  • 25 Apr 2026 17:24 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Tingginya angka pengangguran di Kota Bandung tidak dapat dilepaskan dari karakteristik kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang terbuka dan dinamis. Arus urbanisasi yang terus meningkat menjadi salah satu faktor utama yang memperketat persaingan di pasar tenaga kerja.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa daya tarik ekonomi Kota Bandung ibarat magnet bagi para pencari kerja dari berbagai daerah. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya jumlah tenaga kerja yang harus diserap oleh pasar.

‎“Bandung ini seperti gula, ketika pertumbuhan ekonomi tinggi, maka pencari kerja datang seperti semut,” ujar Farhan saat ditemui di Teras Sunda Cibiru, Kota Bandung, Sabtu 25 April 2026.


‎Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penduduk usia produktif di Kota Bandung mencapai sekitar 1,6 juta jiwa. Angka tersebut semakin bertambah dengan kehadiran sekitar 100 ribu pendatang usia produktif yang tinggal di rumah kos maupun kontrakan.

‎Fenomena ini diperkuat oleh data kewilayahan yang menunjukkan bahwa rata-rata setiap RW di Kota Bandung memiliki sekitar 60 unit kos dan kontrakan. Dengan total 1.597 RW, jumlah pendatang usia produktif yang aktif mencari pekerjaan diperkirakan mendekati 100 ribu orang.

‎Menurut Farhan, kondisi ini merupakan konsekuensi logis dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun di sisi lain, hal tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja.

‎“Ini tantangan yang harus kita kelola bersama. Pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan penciptaan lapangan kerja yang memadai,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....