Pemkot Bandung Perkuat Job Fair untuk Tekan Pengangguran
- 25 Apr 2026 14:21 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya menghadapi tantangan besar dalam penyediaan lapangan pekerjaan, terutama dalam menciptakan keselarasan antara kebutuhan pasar tenaga kerja dan ketersediaan tenaga kerja.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa peran pemerintah tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai perantara (intermediary) yang menjembatani pencari kerja dengan dunia usaha.
“Pemerintah memiliki fungsi untuk memastikan terjadinya link and match antara pencari kerja dan penyedia kerja. Setiap peluang yang dibuat oleh pengusaha harus dibukakan pintu dan jendelanya oleh pemerintah kota,” ujar Farhan usai memberikan sambutan pada kegiatan Pameran Bursa Kerja di Teras Sunda Cibiru, Jalan Raya Cipadung kota Bandung, Sabtu 25 April 2026.
Menurut Farhan, Pemkot Bandung berkewajiban memperluas akses informasi dan kesempatan kerja bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan, termasuk job fair yang rutin digelar. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut ke depan tidak hanya dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan, tetapi akan ditingkatkan frekuensinya menjadi lebih sering, bahkan hingga bulanan.
Selain itu, penyelenggaraan job fair juga akan diperkuat melalui platform digital agar masyarakat dapat mengakses informasi lowongan pekerjaan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Berdasarkan data yang dihimpun melalui Layanan Cipta Informasi RW (Laci RW), tingkat pengangguran di wilayah Bandung Timur saat ini mencapai kisaran 8 hingga 9 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kota Bandung yang berada di angka 7,2 hingga 7,4 persen. Kondisi ini menjadi perhatian khusus pemerintah untuk meningkatkan intervensi melalui penyediaan informasi dan peluang kerja.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, Yayan A. Berliana, menyampaikan bahwa dalam kegiatan job fair kali ini terdapat 18 perusahaan yang berpartisipasi dengan total sekitar 3.000 lowongan pekerjaan.
Tak hanya itu, Disnaker juga menggandeng berbagai platform digital, termasuk portal milik Kementerian Ketenagakerjaan dengan sekitar 600 pilihan lowongan, serta platform JobSeeker yang menyediakan sekitar 1.200 peluang kerja baik nasional maupun internasional.
“Pendekatannya sekarang kita integrasikan dengan platform online, sehingga pilihan lowongan semakin luas dan tidak terbatas pada perusahaan yang hadir secara langsung,” katanya.
Dikatakannya, sistem pengelolaan job fair ke depan akan mengadopsi konsep hybrid untuk meningkatkan efisiensi anggaran dan energi. Proses rekrutmen, mulai dari lamaran hingga wawancara, akan banyak dilakukan secara daring.
" Dari sekitar 2.000 lowongan yang tersedia, Disnaker menargetkan lebih dari setengahnya dapat terserap. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat sekitar 1.300 pencari kerja telah mendaftar, dengan ratusan di antaranya hadir langsung di lokasi," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....