Wali Kota Bandung Benahi Sistem Kerja 1.500 Penyapu Jalan
- 24 Apr 2026 13:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem kerja sekitar 1.500 penyapu jalan. Langkah ini ditegaskan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan setelah adanya sorotan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait efektivitas kinerja petugas kebersihan di lapangan.
Farhan mengungkapkan, indikasi ketidakefektifan kinerja petugas sebenarnya telah terdeteksi sejak sebelum periode libur Natal dan Tahun Baru. Ia menilai pola kerja yang berjalan selama ini belum mampu menghasilkan tingkat kebersihan kota yang optimal.
“Saya lihat kok petugas sapu tidak efektif. Saya minta mulai bekerja sejak jam 4 pagi,” ujar Farhan, Jumat 24 April 2026.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa persoalan utama bukan hanya pada jam kerja, melainkan sistem pengawasan yang masih dilakukan secara manual. Kondisi ini menyebabkan kedisiplinan petugas sulit dipantau secara maksimal, terutama bagi mereka yang memiliki kendala jarak tempat tinggal atau keterlambatan hadir di lokasi tugas.
“Kontrolnya belum berbasis digital. Jadi banyak yang datang terlambat, rumahnya jauh, dan sebagainya,” katanya.
Dorongan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi salah satu faktor percepatan evaluasi sistem kebersihan tersebut. Farhan menegaskan, pihaknya tidak ingin mengambil keputusan tanpa dasar yang kuat, sehingga dilakukan uji coba langsung di lapangan.
Uji coba tersebut digelar pada 19 April 2026 dengan melibatkan camat dan lurah di 46 titik di Kota Bandung. Dari hasil evaluasi, ditemukan bahwa ketepatan waktu kerja petugas masih jauh dari harapan.
“Ketika diminta datang jam 4 pagi, kenyataannya tidak sesuai. Seharusnya jam 6 pagi jalan-jalan utama sudah bersih, tapi masih banyak yang belum,” ungkapnya.
Sebagai langkah perbaikan, Pemkot Bandung akan menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat sistem kebersihan kota. Skema baru yang disiapkan mencakup pembagian kerja dalam tiga shift serta dukungan tambahan tenaga dari provinsi.
“Provinsi akan menurunkan pasukan kebersihan dalam dua shift. Kita akan membantu pada shift ketiga, sementara wilayah lain tetap menggunakan tiga shift dari tenaga pemerintah kota,” katanya
Selain itu, sistem pemantauan berbasis aplikasi akan mulai diterapkan secara bertahap untuk memastikan seluruh aktivitas petugas dapat terpantau secara real time. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan disiplin sekaligus efisiensi kerja di lapangan.
Tak hanya mengandalkan teknologi, Pemkot Bandung juga akan memperkuat evaluasi rutin melalui keterlibatan camat dan lurah yang akan turun langsung ke lapangan setiap akhir pekan.
“Semua aktivitas nanti akan dilacak menggunakan aplikasi. Ini bagian dari pembenahan untuk mengatasi inefisiensi sistem kebersihan kota yang selama ini terjadi,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....