Guru BK Jadi Garda Depan Sekolah Sehat Mental di Kota Bandung

  • 23 Apr 2026 14:31 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat peran Guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai garda terdepan dalam menciptakan ekosistem sekolah yang sehat secara mental. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Penguatan Peran BK Hebat Untuk Sekolah Sehat Mental” yang digelar Dinas Pendidikan Kota Bandung di Aula SMA BPI, Jalan Burangrang, Kamis 23 April 2026.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari skema training for trainers (TOT) yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas para Guru BK. Melalui pelatihan ini, Guru BK diharapkan mampu melakukan asesmen awal terhadap kondisi psikologis peserta didik secara lebih komprehensif.

‎“Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas Guru BK agar mampu membangun ekosistem sekolah yang sehat secara mental. Berdasarkan survei Dinas Kesehatan, terdapat puluhan ribu pelajar di Kota Bandung yang mengalami gangguan kesehatan mental,” ujar Farhan, kamis 23 April 2026.


‎Dalam pelaksanaannya, Pemkot Bandung menggandeng Himpunan Psikolog Indonesia untuk memberikan pembekalan langsung kepada para peserta. Para Guru BK dilatih melakukan deteksi dini serta asesmen awal, sehingga potensi masalah mental pada siswa dapat diidentifikasi sejak dini sebelum berkembang menjadi lebih serius.

‎Farhan menjelaskan, apabila dalam proses asesmen ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lanjutan, maka siswa akan dirujuk untuk mendapatkan layanan profesional. Rujukan dapat dilakukan kepada psikolog sekolah maupun psikolog klinis di Puskesmas, sesuai dengan sistem yang telah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan.

‎Menurutnya, kunci utama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara mental bukan terletak pada fasilitas yang rumit, melainkan pada kompetensi dan kepekaan Guru BK dalam mendampingi siswa.

‎“Yang paling penting adalah kemampuan Guru BK dalam memantau dan mendampingi siswa. Rata-rata sekolah sudah memiliki ruang konseling, sehingga tinggal memaksimalkan fungsinya,” jelasnya.

‎Program ini akan dilaksanakan secara bertahap hingga Triwulan II tahun 2026. Selama periode tersebut, Pemkot Bandung akan melakukan pengukuran untuk memetakan jumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan mental beserta faktor penyebabnya. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar evaluasi dan penyusunan kebijakan lanjutan.

‎Selain itu, Farhan menekankan pentingnya keterbukaan komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua. Ia menilai, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menjaga kesehatan mental anak.

‎“Keterbukaan antara sekolah dan orang tua sangat penting agar kondisi psikologis anak dapat terpantau dengan baik,” ucapnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Gufron, menegaskan bahwa peran Guru BK saat ini telah mengalami pergeseran signifikan. Guru BK tidak lagi sekadar menangani pelanggaran disiplin, tetapi menjadi pelindung kesejahteraan psikologis peserta didik.

‎“Peran Guru BK bukan lagi sebagai ‘polisi sekolah’, melainkan sebagai pendamping dan pelindung kesehatan mental siswa. Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan dukungan yang tepat,” ungkapnya.

‎Ia berharap, para peserta Bimtek dapat menyerap ilmu dari para psikolog dan praktisi yang hadir, serta mengimplementasikannya di sekolah masing-masing.

‎" Dengan demikian, lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan sehat secara mental dapat terwujud di seluruh sekolah di Kota Bandung," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....