Kemacetan Bojongsoang Dipengaruhi Sikap Egois Pengguna jalan
- 23 Apr 2026 13:15 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kemacetan di Bojongsoang kian menjadi persoalan serius yang dirasakan masyarakat setiap hari. Jalur yang menjadi akses vital bagi aktivitas warga ini tidak hanya dipadati kendaraan, tetapi juga diwarnai perilaku pengguna jalan yang dinilai semakin tidak tertib.
Berdasarkan hasil survei terhadap 55 responden, sebanyak 60% mengaku terganggu akibat sikap pengendara lain yang cenderung egois di jalan. Mayoritas pengguna jalan didominasi oleh sepeda motor dengan persentase mencapai 90,9%, yang dinilai sering menjadi penyebab kepadatan karena perilaku saling menyerobot.
Tidak hanya itu, sebanyak 67,3% responden juga menyadari bahwa nilai adab dalam berkendara mulai memudar. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa kemacetan tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur, melainkan juga oleh faktor perilaku manusia.
Temuan ini diperkuat oleh hasil wawancara lapangan dengan sejumlah pihak yang sehari-hari berada di lokasi kemacetan. Seorang petugas parkir,Dede menyebutkan bahwa pelebaran jalan tidak akan efektif jika pengendara masih tidak tertib.
“Jalan mau dilebarkan kayak gimana pun, kalau motor masih pada nyelip sembarangan ya tetap macet,” ujarnya.Kamis 23 April 2026.
Saat ini, pembangunan infrastruktur seperti flyover memang tengah direncanakan, namun prosesnya membutuhkan waktu yang tidak singkat. Sementara itu, sebanyak 61,8% responden menjadikan Bojongsoang sebagai jalur utama aktivitas harian, sehingga dampak kemacetan terus dirasakan secara langsung.
Setelah melalukan survey yang dilakukan oleh tim Mahasiswa MB-49-01 prodi MBTI Telkom University menilai bahwa solusi tidak bisa hanya bergantung pada pembangunan fisik. Perubahan perilaku berkendara dinilai menjadi langkah yang lebih cepat dan realistis untuk mengurangi kemacetan.
Kurangnya kesadaran untuk saling menghargai di jalan dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap nilai tersebut.
Selain itu, upaya membangun budaya tertib lalu lintas juga sejalan dengan target global Sustainable Development Goals (SDGS), khususnya dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Dengan demikian, kemacetan di Bojongsoang tidak lagi bisa dipandang sebagai masalah teknis semata. Dibutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh pengguna jalan untuk menciptakan ketertiban, demi mewujudkan lalu lintas yang lebih adil dan manusiawi.
Penulis : Fitra dkk
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....