Pemkot Bandung Perkuat Pencegahan Penyakit Tidak Menular

  • 23 Apr 2026 12:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat langkah pencegahan penyakit tidak menular (PTM) melalui sektor pendidikan. Upaya ini diwujudkan melalui sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Ekosistem Pangan Sehat di Lingkungan Sekolah yang digelar di HARRIS Hotel & Convention Festival Citylink Bandung, Kamis 23 April 2026.

‎Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dirindra, menjelaskan bahwa kebijakan ini lahir dari keprihatinan atas tingginya angka penyakit tidak menular di masyarakat. Menurutnya, penyakit seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan jantung bukan disebabkan oleh infeksi, melainkan pola hidup tidak sehat serta faktor lingkungan.

‎“Penyakit tidak menular saat ini menjadi penyebab utama kematian dan kesakitan terbesar di Indonesia. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar Dirindra, kamis 23 April 2026.


‎Dirindra memaparkan, tren penyakit tidak menular terus mengalami peningkatan setiap tahun. Di Kota Bandung sendiri, pada 2025 tercatat sebanyak 198.980 kasus hipertensi dan 44.218 kasus diabetes melitus. Angka tersebut dipicu oleh tingginya konsumsi gula, garam, dan lemak dalam pola makan masyarakat.

‎Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung mengintegrasikan program bijak konsumsi gula, garam, dan lemak dengan implementasi Perwal tersebut. Program ini mencakup penyusunan kebijakan, edukasi di sekolah, pengawasan keamanan pangan jajanan anak, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

‎“Harapannya, kita bisa membangun kebiasaan makan sehat sejak dini, sehingga risiko penyakit tidak menular dapat ditekan,” katanya.

‎Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dewi Ira Jani, menekankan pentingnya intervensi sejak usia sekolah. Ia menilai, saat ini terjadi pergeseran pola penyakit, di mana penyakit tidak menular mulai banyak menyerang usia muda.

‎“Sekarang tidak perlu menunggu usia tua untuk terkena hipertensi atau diabetes. Anak muda pun sudah mulai terdampak,” ungkapnya.

‎Dewi juga menyoroti meningkatnya kasus obesitas pada anak. Berdasarkan data dari sekolah-sekolah, jumlah anak dengan berat badan berlebih terus meningkat dan berpotensi menjadi faktor risiko penyakit kronis di masa depan.

‎“Jika dibiarkan, kondisi ini akan berdampak pada kualitas generasi mendatang. Padahal mereka adalah generasi produktif menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

‎Menurutnya, sekolah menjadi titik strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat. Lingkungan sekolah dinilai efektif untuk memberikan edukasi sekaligus mengontrol pola konsumsi anak.

‎“Kalau orang dewasa kebiasaannya sudah terbentuk, akan lebih sulit diubah. Sementara anak-anak masih bisa diarahkan sejak dini,” katanya.

‎Ia menambahkan, konsep ekosistem pangan sehat tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga melibatkan orang tua, guru, serta pedagang di sekitar sekolah. Kolaborasi semua pihak dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pola makan sehat.

‎“Anak-anak tetap bisa jajan, tetapi dengan pilihan yang lebih sehat dan terkontrol. Ini tanggung jawab bersama,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, Dewi mengungkapkan bahwa dampak penyakit tidak menular juga berkontribusi terhadap meningkatnya angka disabilitas. Sekitar 60 persen kasus disabilitas di Kota Bandung disebabkan oleh penyakit seperti stroke dan diabetes yang memengaruhi fungsi tubuh.

‎“Dampaknya bukan hanya pada pasien, tetapi juga keluarga dan kualitas hidup secara keseluruhan,” ujarnya.

‎Melalui penerapan Perwal Nomor 8 Tahun 2026 ini, Pemkot Bandung berharap dapat membangun generasi yang sehat, kuat, dan produktif. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan.

‎“Tujuan kita jelas, jangan sampai Indonesia Emas 2045 berubah menjadi Indonesia cemas. Generasi mudanya harus sehat agar mampu menjadi tulang punggung bangsa,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....