Pemkot Bandung Kaji Desain Trotoar Lebih Tinggi

  • 22 Apr 2026 13:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji rencana perubahan desain trotoar dengan konsep yang lebih tegas dalam melindungi fungsi utamanya sebagai ruang bagi pejalan kaki. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan kesepakatannya dengan gagasan Dedi Mulyadi untuk meninggikan trotoar serta membatasi akses kendaraan.

‎Menurut Farhan, langkah tersebut bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan trotoar yang kerap dijadikan tempat parkir sepeda motor maupun mobil. Selain itu, penataan ini juga diharapkan dapat mengurangi keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di atas trotoar yang mengganggu kenyamanan pejalan kaki.

‎“Kalau trotoar ditinggikan dan aksesnya dipersulit, tujuannya jelas supaya tidak lagi dipakai parkir kendaraan. Termasuk untuk PKL, mohon maaf, ini juga akan dibuat lebih terbatas,” ujar Farhan, Rabu 22 April 2026.

‎Namun demikian, Farhan menegaskan bahwa perencanaan tersebut belum sepenuhnya final. Ia mengakui masih perlu melakukan konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap ramah dan aksesibel bagi semua kalangan.

‎“Masalahnya satu, saya belum konsultasi dengan teman-teman komunitas disabilitas. Walaupun mungkin jarang digunakan, tapi aksesibilitas itu tetap harus ada dan dijaga,” katanya.

‎Sebagai gambaran konsep trotoar yang diinginkan, Farhan mencontohkan area di Taman Lalu Lintas Bandung. Ia menyebut, kawasan tersebut bisa menjadi referensi ruang publik yang nyaman, multifungsi, dan aman bagi masyarakat.

‎Dalam konsep tersebut, trotoar tidak hanya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas ringan seperti olahraga hingga rekreasi malam hari. Pemkot Bandung bahkan telah menambahkan penerangan di beberapa titik agar masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman pada malam hari.

‎Terkait material, Farhan mengungkapkan bahwa penggunaan aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena dinilai lebih ekonomis. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa secara estetika, material seperti batu alam atau paving block memiliki nilai keindahan yang lebih tinggi.

‎“Kalau pakai aspal memang lebih murah. Selama sistem drainasenya bagus, tidak ada masalah. Tapi secara tampilan, tentu tidak seindah kalau menggunakan material batu atau sejenisnya,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....