Sasapu Bandung, Program Pemkot Gerakan Bangun Budaya Bersih Setiap Minggu
- 22 Apr 2026 13:30 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi meluncurkan program bertajuk “Sasapu Bandung” sebagai langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. Program ini dirancang sebagai gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat luas.
Kegiatan “Sasapu Bandung” akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Minggu, dimulai sejak pukul 04.00 WIB. Pelaksanaannya melibatkan seluruh unsur kewilayahan, termasuk camat dan lurah, serta didukung oleh organisasi perangkat daerah (OPD) yang akan berpartisipasi secara bergiliran.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa program ini tidak sekadar kegiatan bersih-bersih lingkungan, melainkan sebuah gerakan bersama untuk membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
“Ini adalah bagian dari upaya membangkitkan kesadaran kita bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi masyarakat juga harus terlibat aktif dalam menjaga kebersihan kota,” ujar Farhan, Rabu 22 April 2026.
Menurutnya, keterlibatan lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Dengan partisipasi aktif dari seluruh perangkat daerah dan masyarakat, diharapkan program “Sasapu Bandung” dapat berjalan konsisten serta memberikan dampak nyata terhadap kondisi lingkungan perkotaan.
Farhan menambahkan, seluruh OPD akan mendapatkan jadwal secara bergiliran untuk turut serta dalam kegiatan ini. Hal tersebut dilakukan guna memastikan pemerataan peran dan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan kota.
“Semua akan mendapat giliran. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya satu pihak,” tegasnya.
Program “Sasapu Bandung” juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan indah. Pemkot Bandung berharap gerakan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi kebiasaan baru yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Farhan menilai bahwa persoalan kebersihan kota tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan struktural semata. Dibutuhkan perubahan perilaku dan kesadaran dari setiap individu untuk menjaga lingkungan.
“Kita ingin membangun kesadaran dari dalam, bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Kota yang bersih akan berdampak pada kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....