Tekan Pengangguran, Disnaker Kota Bandung Buka Pelatihan Kerja

  • 20 Apr 2026 17:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung resmi membuka Pelatihan Kerja Batch ke-2 yang bersumber dari aspirasi masyarakat melalui jalur reses DPRD Kota Bandung. Program ini menghadirkan 139 paket pelatihan dengan target sebanyak 2.780 peserta yang berasal dari seluruh wilayah Kota Bandung.

‎Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata sinergi antara pihak legislatif dan eksekutif dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam peningkatan keterampilan kerja dan penciptaan peluang usaha.

‎“Pelatihan ini adalah bukti nyata kolaborasi luar biasa antara legislatif dan eksekutif. Kita bergerak bersama untuk menjawab aspirasi masyarakat dan menciptakan perubahan yang dapat dirasakan langsung,” ujar Yayan, Senin 20 April 2026.


‎Pelatihan ini akan berlangsung selama 10 hari, mulai 20 April 2026, dengan konsep short course yang berfokus pada penguasaan keterampilan praktis. Disnaker menghadirkan 14 bidang keahlian yang dapat dipilih peserta sesuai minat dan potensi, mulai dari sektor kuliner seperti barista dan pastry, bidang fesyen dan kriya seperti menjahit dan membatik, hingga sektor jasa kecantikan, teknologi, serta ekonomi kreatif seperti digital marketing dan desain grafis.

‎Seluruh kegiatan pelatihan dilaksanakan di berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang tersebar di Kota Bandung. Disnaker memastikan kualitas pelatihan dengan melibatkan instruktur profesional dan berpengalaman di bidangnya.

‎Tak hanya mendapatkan materi pembelajaran, para peserta juga memperoleh berbagai fasilitas penunjang, seperti konsumsi selama pelatihan, seminar kit, bahan praktik, hingga uang transport sebesar Rp50 ribu per hari. Di akhir program, peserta akan mendapatkan sertifikat resmi dari Disnaker sebagai bukti kompetensi yang dimiliki.

‎Program ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Bandung dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Disnaker menargetkan peserta tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui wirausaha.

‎“Kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung praktik sehingga siap bekerja atau membuka usaha sendiri,” tambah Yayan.

‎Lebih lanjut, program ini juga sejalan dengan misi pembangunan Kota Bandung dalam mewujudkan perekonomian yang mandiri, kokoh, dan berkeadilan. Pelatihan kerja ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya wirausaha baru serta menjadi solusi konkret dalam pengentasan kemiskinan.

‎Disnaker juga menekankan pentingnya komitmen dari seluruh pihak yang terlibat, mulai dari peserta, LPK, hingga instruktur, agar program ini berjalan optimal dan memberikan dampak nyata.

‎“Kepada para peserta, manfaatkan kesempatan ini dengan maksimal. Ini adalah langkah awal menuju kemandirian ekonomi dan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

‎Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Agung Firmansyah, menilai program pelatihan ini sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap akses pekerjaan dan peningkatan keterampilan.

‎“Pelatihan ini berangkat dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan peluang kerja. Harapannya, setelah memiliki skill dan pengetahuan, mereka bisa mandiri bahkan membuka lapangan kerja baru,” ujar Agung.

‎Ia menambahkan, dampak dari pelatihan ini diharapkan tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga meluas ke lingkungan sekitar. Para peserta diharapkan mampu berbagi ilmu maupun membuka usaha yang melibatkan masyarakat lain.

‎“Kalau mereka membuka usaha seperti coffee shop atau usaha lainnya, mereka bisa mengajak rekan-rekannya. Ini efek domino yang kita harapkan,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....