Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif, Guru Disiapkan Layani Murid ABK
- 20 Apr 2026 17:33 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat layanan pendidikan yang berkeadilan dengan meluncurkan program pelatihan pendidikan inklusif bagi guru dan tenaga kependidikan. Inisiatif ini menjadi langkah konkret untuk memastikan seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus, mendapatkan akses pendidikan yang setara dan bermutu.
Dalam sambutannya, Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan bagian dari amanat konstitusi yang harus diwujudkan secara nyata di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus.
“Setiap anak memiliki potensi yang harus difasilitasi. Tidak boleh ada stigma bahwa anak berkebutuhan khusus adalah beban. Mereka berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya, dalam keterangan resminya, Senin 20 April 2026.
Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari pelatihan sebelumnya dengan peningkatan pada kompetensi peserta. Guru yang mengikuti pelatihan lanjutan nantinya akan memperoleh sertifikasi sebagai Guru Pendidikan Khusus (GPK).
“Para lulusan program ini akan bertugas di Unit Layanan Disabilitas untuk mendampingi murid berkebutuhan khusus yang jumlahnya terus meningkat,” jelasnya.
Kemendikdasmen juga menetapkan skema rasio pendampingan guna memastikan layanan berjalan efektif. Dalam satuan pendidikan dengan jumlah murid berkebutuhan khusus yang tinggi, pendampingan dilakukan dengan perbandingan satu guru untuk 15 murid.
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan sebanyak 1.500 guru mengikuti pelatihan tingkat mahir. Hingga saat ini, realisasi peserta telah mencapai sekitar 60 persen. Program ini masih membuka pendaftaran bagi guru yang memenuhi persyaratan, termasuk melalui tahap praktik lapangan berupa magang selama 10 hari.
Melalui program pelatihan ini, Kemendikdasmen berharap setiap sekolah mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan inklusif. Dengan demikian, seluruh peserta didik dapat belajar secara optimal sesuai potensi masing-masing, sekaligus memperkuat arah transformasi pendidikan nasional yang berpusat pada kebutuhan siswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....