Pemkot Bandung Usulkan Kawasan Asia Afrika Jadi Warisan Dunia UNESCO

  • 19 Apr 2026 14:12 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung resmi mengajukan inisiatif kepada pemerintah pusat untuk memulai proses pendaftaran kawasan Jalan Asia Afrika sebagai bagian dari warisan dunia UNESCO. Kawasan yang diusulkan mencakup ruas dari Simpang V hingga Otista, yang selama ini dikenal memiliki nilai sejarah penting bagi Indonesia dan dunia.

‎Wali Kota Bandung M Farhan menyampaikan, bahwa proses menuju pengakuan sebagai warisan dunia bukanlah hal yang sederhana. Diperlukan kajian akademis yang komprehensif dan mendalam untuk memastikan kawasan tersebut memenuhi kriteria internasional.

‎“Prosesnya panjang. Kami harus memastikan ada kajian dan analisis yang sangat kuat secara akademis untuk menentukan wilayah Asia Afrika ini layak menjadi kawasan warisan dunia,” ujar Farhan, minggu 19 April 2026.

‎Selain kawasan jalan utama, sejumlah bangunan bersejarah juga akan menjadi bagian dari pengajuan, di antaranya Gedung Dwi Warna serta beberapa titik lain yang saat ini masih dalam tahap pendataan dan pembaruan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.


‎Pemerintah Kota Bandung menargetkan dalam kurun waktu empat tahun ke depan, kawasan ini sudah dapat masuk dalam daftar kandidat warisan dunia UNESCO. Upaya ini sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai kota dengan warisan sejarah modern yang memiliki pengaruh global, terutama sejak peristiwa Konferensi Asia Afrika 1955.

‎Untuk mendukung proses tersebut, Pemkot Bandung juga menyiapkan berbagai langkah strategis, salah satunya dengan menghidupkan kawasan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event secara rutin.

‎“Kawasan ini tidak boleh sepi. Harus terus dihidupkan dengan event-event berkualitas agar memiliki daya tarik tinggi,” katanya.

‎Ia pun mengapresiasi kehadiran Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang dinilai turut memberikan nilai tambah melalui penyelenggaraan kegiatan budaya di kawasan tersebut.

‎Selain itu, penataan fisik kawasan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah akan melakukan revitalisasi Simpang Lima serta memperbaiki sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan akibat vandalisme, bekerja sama dengan Dinas Tata Ruang.

‎Tidak hanya itu, Pemkot Bandung juga akan berkoordinasi dengan pemilik gedung-gedung lama yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Beberapa di antaranya adalah gedung milik Jiwasraya, Suaraha, dan Gedung Karyanusantara.

‎" Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat aspek historis kawasan, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi ekonomi dan sosial di jantung Kota Bandung, sekaligus meningkatkan peluang lolos sebagai situs warisan dunia UNESCO," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....