Milad ke-24 PKS, Siti Muntamah Dorong Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Pangan
- 19 Apr 2026 13:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat sekaligus Bendahara DPW PKS Jawa Barat, Siti Muntamah Oded, menegaskan Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung tema Berdaya menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian bangsa. Menurutnya, situasi global yang penuh ketidakpastian menuntut masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat, memiliki daya tahan lebih kuat di bidang ekonomi, pangan, dan keamanan.
“Berdaya artinya kita harus memiliki kekuatan survivor. Kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan menjadi hal yang sangat penting, terutama di Jawa Barat yang pertumbuhan ekonominya masih stagnan di angka 5 persen pasca Covid-19,” ujar Siti Muntamah saat di hubungi, Minggu 19 April 2026.
Ia menekankan, ketergantungan pada fasilitas yang memudahkan kehidupan masyarakat tidak boleh membuat lengah. “Kalau suatu hari fasilitas itu tidak ada, kita harus siap. Karena itu, kemandirian harus ditingkatkan,” tambahnya.
Fokus pada Isu Strategis
Siti Muntamah menyoroti tiga isu utama yang menjadi perhatian PKS:
- Ekonomi dan pangan: Mendorong program-program yang memperkuat kemandirian masyarakat, termasuk ketahanan pangan di tengah ancaman krisis global.
- Keamanan: Mengingat kondisi geopolitik dunia yang tidak stabil, ia mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengambil kebijakan global.
- Kebutuhan dasar masyarakat: Pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial harus tetap menjadi prioritas. Ia menekankan pentingnya revitalisasi puskesmas, dukungan bagi rumah sakit, serta perhatian terhadap panti sosial, anak, dan lansia.
Mengawal Kebijakan Publik
Sebagai bagian dari fraksi PKS di DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah menegaskan komitmen untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah agar tetap berpihak pada masyarakat. “Kami mendengar aspirasi masyarakat, mendorong program yang membawa kemandirian, dan memastikan kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan terpenuhi dengan baik,” jelasnya.
Ia juga menyinggung inovasi sosial yang sedang dikembangkan dan dinilai baik, seperti Kampung Sosial oleh Dinas Sosial Jawa Barat, yang mengedepankan gotong royong sebagai ukuran keberhasilan. “Di tengah isu global, Jawa Barat ingin kembali pada nilai-nilai dasar yang pernah menjadi kekuatan masyarakat,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....