Acuviarta: Tol Getaci Perlu Sinergi Pemerintah Daerah dan Investor

  • 19 Apr 2026 01:24 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Proyek Tol Gedebage–Cilacap (Getaci) masih terjebak dalam ketidakpastian. Sepinya minat investor membuat Mega proyek strategis nasional itu belum jelas arah kelanjutannya.

Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menilai perlunya penyamaan persepsi antara investor dan pemerintah daerah. Menurutnya, kedua pihak memiliki kepentingan yang bisa disinergikan untuk menyelesaikan persoalan.

“Tentu koordinasi harus intens dan dioptimalkan, karena tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah provinsi atau pusat. Pemerintah kabupaten/kota saya melihat belum kuat reaksinya. Padahal implikasinya bisa mendorong mobilitas dan aksesibilitas ke kawasan Priangan Timur,” ujarnya, Sabtu 18 April 2026.

Acu menekankan, pemerintah daerah harus serius memperhatikan proyek tol yang digadang-gadang terpanjang di Indonesia dengan panjang 207 kilometer. Ia menyoroti pembebasan lahan dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai aspek krusial.

Dengan jumlah penduduk Priangan Timur mencapai tujuh juta jiwa, keberadaan Tol Getaci dinilai mampu memicu pertumbuhan ekonomi baru. “Kita butuh trigger pertumbuhan. Tidak bisa hanya memainkan peran sumber pertumbuhan yang ada. Harus inovatif,” jelasnya.

Menurut Acu, potensi ekonomi Priangan Timur mencakup sektor pertanian, kehutanan, perkebunan, perikanan, hingga pariwisata. Wilayah Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran memiliki daya tarik wisata yang selama ini belum optimal didorong. “Karena itu penting adanya terobosan,” tambahnya.

Ia menilai kegagalan tender sebelumnya disebabkan kurangnya transparansi sehingga menurunkan kepercayaan investor. “Saya kira dari kegagalan tender bisa belajar dari persoalannya, tidak pernah transparan,” tegasnya.

Acu juga menyoroti lemahnya koordinasi antarwilayah, dengan pemerintah provinsi dinilai kurang mengambil peran sebagai koordinator percepatan pembangunan. “Fungsi provinsi melempem. Sibuk dengan program parsial, padahal harus ada kebijakan infrastruktur kolaboratif lintas daerah,” imbuhnya.

Acu mencontohkan pembangunan Tol Cipularang dan Bocimi yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi di Bandung dan Sukabumi. Menurutnya, keberadaan Getaci akan membuka akses bagi enam kabupaten/kota di Priangan Timur, termasuk Garut dan Tasikmalaya.

Jika terkoneksi dengan Tol Cisumdawu dan Bandara Kertajati, maka akan terbentuk koridor ekonomi baru di selatan Jawa Barat. “Kalau tidak diselesaikan sekarang, kapan lagi?” ujarnya.

Ia menegaskan perlunya inisiatif segera dari pemerintah provinsi dan pusat agar proyek Getaci tidak terus terhambat, terlebih di tengah ambisi Jawa Barat mendorong program infrastruktur tahun ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....