Bandung Benahi Infrastruktur, BRT dan Angkot Listrik Jadi Andalan

  • 18 Apr 2026 14:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menetapkan tahun 2026 sebagai momentum percepatan pembangunan infrastruktur dengan fokus utama pada pembenahan sistem transportasi publik. Langkah ini diwujudkan melalui pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) serta program peremajaan angkutan kota (angkot) berbasis listrik.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa sektor infrastruktur dan transportasi menjadi prioritas utama tahun ini. Hal tersebut merujuk pada hasil evaluasi kinerja pemerintah kota yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kedua sektor tersebut masih perlu ditingkatkan.

‎“Tahun ini adalah tahun infrastruktur. Kita akan melakukan perbaikan di hampir seluruh ruas jalan, sekaligus memperkuat sistem transportasi publik,” ujar Farhan, Sabtu 18 April 2026.

‎Salah satu program strategis yang tengah disiapkan adalah pengembangan layanan BRT yang didukung penuh oleh Kementerian Perhubungan. Kehadiran BRT diharapkan mampu menjadi tulang punggung transportasi massal di Kota Bandung dengan sistem yang lebih modern, terintegrasi, dan efisien.

‎“Untuk BRT, kami mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan. Ini akan menjadi solusi transportasi publik yang lebih modern dan terintegrasi,” katanya.


‎Selain itu, Pemkot Bandung juga akan melakukan transformasi angkot secara bertahap dengan mengadopsi teknologi kendaraan listrik. Program ini dinilai penting tidak hanya untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi, tetapi juga sebagai upaya menekan emisi karbon dan menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih.

‎“Angkot akan kita dorong beralih ke sistem listrik. Ini bagian dari transformasi transportasi yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

‎Di sisi lain, pemerintah kota turut menggenjot perbaikan infrastruktur jalan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung mobilitas masyarakat. Pembenahan jalan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

‎Meski demikian, Farhan mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan berbagai program tersebut, mulai dari aspek teknis hingga pembiayaan. Namun, ia optimistis seluruh rencana dapat direalisasikan secara bertahap dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

‎“Kita sadar ada banyak tantangan, tetapi yang penting pekerjaan berjalan dan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....