Bupati Sumedang Resmikan SIMPATI-1, Perkuat Pengolahan Sampah
- 17 Apr 2026 21:24 WIB
- Bandung
RRO.CO.ID, Sumedang - Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat langkah konkret dalam menangani persoalan sampah. Salah satunya melalui peresmian Kawasan Pengolahan Sampah Akhir di Pusat Pemerintahan Sumedang yang dilengkapi teknologi N30 Turbocyclon (SIMPATI-1).
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyebut pengelolaan sampah sejatinya dapat dilakukan secara sederhana asalkan dimulai dari kesadaran dan kemauan bersama. Ia menekankan pentingnya penyelesaian sampah dari sumbernya dengan prinsip “hari ini sampah harus selesai hari ini”.
Menurutnya, kunci utama terletak pada pemilahan sejak awal antara sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik seperti plastik, kertas, hingga botol dinilai memiliki nilai ekonomi karena bisa didaur ulang atau dijual kembali. Sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi sektor pertanian.
“Kalau dipilah dengan baik, anorganik bisa jadi uang, organik jadi pupuk. Yang tersisa hanya sedikit sekali dan itu yang kita proses lebih lanjut,” ujar Dony, dalam keterangannya, Kamis 16 April 2026.
Ia menambahkan, residu yang tidak dapat dimanfaatkan akan diolah menggunakan insinerator dengan jumlah yang sangat minim serta tetap memperhatikan ketentuan lingkungan yang berlaku. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir.
Lebih jauh, Dony mendorong penerapan sistem pemilahan sampah secara luas, tidak hanya di lingkungan pemerintahan tetapi juga di sekolah dan masyarakat. Ia bahkan menargetkan setiap perangkat daerah memiliki fasilitas pemilahan sebagai bagian dari edukasi lingkungan yang berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan pengembang teknologi dari PT New Energy Integrasi, Muhammad Budi Fauzi, menjelaskan bahwa mesin N30 Turbocyclon memiliki kapasitas awal pengolahan sebesar 30 kilogram per jam. Kapasitas tersebut dapat ditingkatkan hingga 60 kilogram, bahkan mencapai 100 kilogram per jam khusus untuk sampah kering.
Ia menegaskan bahwa efektivitas teknologi tersebut sangat bergantung pada proses pemilahan di tahap awal. Dengan pemisahan yang tepat, sampah bernilai ekonomi dapat dimanfaatkan, sampah organik diolah menjadi kompos, dan hanya sisa kecil yang masuk ke tahap pembakaran.
“Residu yang dihasilkan sangat kecil, hanya sekitar 0,3 persen. Selain itu, teknologi ini juga efisien karena menggunakan air sebagai bahan utama operasionalnya, sehingga biaya yang dibutuhkan relatif rendah,” jelasnya.
Menariknya, teknologi ini merupakan hasil pengembangan putra daerah yang telah dilakukan sejak 2012. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi inovatif sekaligus berkelanjutan dalam mengatasi persoalan sampah di Sumedang.
Dengan diresmikannya fasilitas ini, Pemkab Sumedang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....