Walikota Bandung Soroti Tantangan di Sektor Ekonomi
- 17 Apr 2026 13:13 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menilai hasil survei Litbang Kompas sebagai “rapor” yang mencerminkan capaian sekaligus pekerjaan rumah Pemerintah Kota Bandung, terutama pada sektor ekonomi yang masih menjadi perhatian utama.
Farhan mengungkapkan, terdapat tiga aspek layanan publik yang menunjukkan progres signifikan dengan tingkat kepuasan masyarakat di atas 80 persen. Ketiga aspek tersebut meliputi layanan kesehatan, akses pendidikan, serta layanan administrasi umum.
“Yang pertama adalah layanan kesehatan, yang kedua akses pendidikan, dan yang ketiga layanan administrasi umum, di mana tingkat kepuasan masyarakat sudah di atas 80 persen,” ujar Farhan, Jumat 17 April 2026.
Meski capaian tersebut tergolong tinggi, Farhan menegaskan pemerintah kota tidak akan berpuas diri. Ia menyebutkan masih ada sejumlah sektor yang perlu mendapat perhatian serius, seperti infrastruktur, transportasi, dan terutama ekonomi.
“Namun tentu kami belum puas, karena kami ingin mengejar 100 persen walaupun sangat sulit. Ini menjadi rapor yang justru memacu semangat kami untuk bekerja lebih baik,” katanya.
Farhan secara khusus menyoroti sektor ekonomi sebagai tantangan terbesar. Berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasan masyarakat di sektor ini masih berada di bawah 60 persen. Ia menilai persoalan utama terletak pada pengendalian kemiskinan.
Menurutnya, meskipun angka kemiskinan secara umum mengalami penurunan, kondisi masyarakat yang masih berada dalam kelompok miskin justru semakin rentan.
“Kami fokus ke ekonomi karena dari hasil survei terlihat bahwa pengendalian kemiskinan belum menunjukkan progres yang signifikan,” ucapnya.
Farhan menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan dalam kelompok masyarakat miskin di Kota Bandung. Penurunan angka kemiskinan tidak serta-merta diikuti dengan perbaikan kualitas hidup kelompok yang tersisa.
“Jumlah warga miskin memang berkurang, tetapi mereka yang masih berada dalam kelompok tersebut cenderung masuk kategori miskin ekstrem dan sangat miskin,” jelasnya.
Sebelumnya, hasil survei Litbang Kompas mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Wali Kota Bandung mencapai 65,9 persen. Survei yang dilakukan terhadap 400 responden pada periode 23 Februari hingga 3 Maret 2026 itu juga menunjukkan 73,1 persen responden memberikan penilaian positif terhadap citra kepemimpinan wali kota.
Selain itu, sebanyak 81,4 persen masyarakat menyatakan optimistis terhadap arah pembangunan Kota Bandung ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....