Pentingnya Sinkronisasi Program Pembangunan antara Pemerintah pusat dan Daerah

  • 15 Apr 2026 18:03 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya sinkronisasi program pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten/kota dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat provinsi.

‎Farhan menjelaskan, salah satu fokus utama yang dibahas adalah sinkronisasi pembangunan infrastruktur, khususnya pada ruas jalan yang kewenangannya terbagi antara pemerintah kota, provinsi, hingga nasional. Menurutnya, kolaborasi lintas kewenangan menjadi kunci dalam mempercepat perbaikan infrastruktur di wilayah Bandung dan sekitarnya.

‎“Sinkronisasi ini penting, apakah jalan kota bisa dikerjakan bersama provinsi, atau jalan provinsi dengan kota. Begitu juga jalan nasional, apakah bisa melibatkan provinsi dan kota. Itu bagian dari terobosan untuk percepatan pembangunan infrastruktur,” ujar Farhan, Rabu 15 April 2026.


‎Ia mengutarakan, dalam Musrenbang tersebut ditegaskan bahwa seluruh program pembangunan yang dirancang oleh pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah wajib melalui proses sinkronisasi. Hal ini mencakup keselarasan aturan, program, hingga strategi pelaksanaan di lapangan.

‎Selain infrastruktur, isu pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah di kawasan Bandung Raya bersama Kabupaten Cianjur dan Purwakarta sepakat untuk mengembangkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan TPA Sari Mukti.

‎Kesepakatan ini melengkapi rencana sebelumnya yang berfokus pada pengembangan fasilitas serupa di Legok Nangka. Farhan menyebut, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan.

‎“Komitmen ini harus diperkuat, termasuk dengan dukungan DPRD di masing-masing daerah. Kota Bandung sendiri menargetkan kontribusi pengelolaan sampah hingga 800 ton per hari,” katanya.

‎Menurutnya, proyek PSEL tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga berpotensi menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Meski pasokan listrik di Jawa Barat saat ini tergolong surplus, Farhan menilai peningkatan produksi energi tetap penting seiring pertumbuhan ekonomi.

‎“Kita tidak akan pernah benar-benar surplus energi jika ingin terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Konsumsi energi per kapita pasti akan naik. Dengan suplai yang cukup, justru harga energi bisa lebih terjangkau bagi masyarakat,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....