Cuaca Ekstrem, Tiga Sekolah Di Bandung Terapkan PJJ Demi Keselamatan Siswa

  • 15 Apr 2026 12:43 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Intensitas hujan yang tinggi dan tidak menentu di Kota Bandung mendorong sejumlah sekolah untuk sementara waktu menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung mencatat sedikitnya tiga sekolah yang sudah menjalankan kebijakan tersebut, yakni SD Sondaria, SMP Negeri 54, dan SMP Negeri 46.

‎Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengatakan keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem, seperti banjir, angin kencang, hingga pohon tumbang.

‎“Situasi cuaca saat ini belum bisa dipastikan aman atau tidak. Curah hujan bisa sangat tinggi dan tidak menentu. Di SD Sondaria dampaknya cukup besar, dan beberapa sekolah lain juga sudah mulai menerapkan PJJ sesuai kondisi di lapangan,” ujar Asep, Rabu 15 April 2026.

‎Ia menegaskan, keselamatan peserta didik dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama dalam pengambilan kebijakan tersebut. Menurutnya, kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung secara efektif melalui sistem PJJ tanpa harus mempertaruhkan keselamatan.

‎“Kami lebih mengutamakan keselamatan anak didik dan tenaga kependidikan, termasuk guru. Belajar tetap bisa berjalan melalui PJJ, karena kita khawatir jika terjadi hujan deras disertai angin kencang, banjir, atau pohon tumbang yang jelas berbahaya,” jelasnya.


‎Disdik Kota Bandung juga telah menginstruksikan para kepala sekolah untuk segera melakukan pendataan terkait kondisi lingkungan sekolah masing-masing, termasuk mengidentifikasi potensi kerawanan yang dapat membahayakan proses belajar tatap muka.

‎Asep mengutarakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Wali Kota Bandung serta berkonsultasi dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) terkait langkah yang diambil. Dari hasil koordinasi tersebut, sekolah-sekolah yang dinilai berada di kawasan rawan akan sementara dialihkan ke sistem PJJ hingga kondisi dinyatakan aman.

‎“Kami sudah melaporkan kepada Pak Wali dan berkonsultasi dengan BBPMP. Sekolah yang dianggap rawan akan di-PJJ-kan sampai kondisi cuaca benar-benar membaik. Saat ini pendataan masih terus berlangsung,” katanya.

‎Selain faktor curah hujan, keberadaan pohon-pohon besar di lingkungan sekolah juga menjadi perhatian khusus. Beberapa sekolah tingkat SMP yang memiliki banyak pepohonan telah diinstruksikan untuk menerapkan PJJ guna menghindari risiko pohon tumbang saat kegiatan belajar berlangsung.

‎Di sisi lain, Disdik juga tengah memetakan sekolah-sekolah yang terdampak genangan air atau banjir, meskipun sebagian besar genangan dilaporkan surut dalam waktu relatif singkat.

‎“Memang banjirnya tidak lama, beberapa jam kemudian surut. Tapi jika hujan terjadi setiap hari dan genangan terus berulang, itu akan menjadi pertimbangan untuk menerapkan PJJ sementara waktu,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....