Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian di RSHS Bandung, SOP Perawatan Bayi Diperiksa

  • 14 Apr 2026 11:39 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Polrestabes melakukan penyelidikan terkait dugaan kelalaian perawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, yang sempat viral setelah seorang bayi diserahkan kepada orang yang bukan orang tuanya. Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendatangi rumah sakit untuk meminta keterangan dan menelusuri kronologi kejadian tersebut.

“Kami sudah mendatangi pihak rumah sakit pada pekan lalu,” ujarnya saat dihubungi, Senin 13 April 2026

Dalam proses penyelidikan, polisi turut memeriksa standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di rumah sakit, khususnya terkait penanganan dan perawatan bayi. Hal ini dilakukan guna memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur dalam insiden tersebut.

Meski demikian, Anton belum merinci hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan.

“Kami masih melakukan pendalaman,” kata Anton menambahkan.

Hingga saat ini pihak kepolisian juga belum meminta keterangan dari ibu bayi yang sempat digendong oleh orang lain tersebut. Selain itu, laporan resmi dari pihak keluarga juga belum diterima oleh Polrestabes Bandung.

Sementara itu, ibu bayi tersebut, Nina Saleha (27), warga Cimahi yang nyaris kehilangan bayinya karena diduga tertukar, telah melayangkan somasi kepada pihak rumah sakit melalui kuasa hukumnya. Somasi tersebut ditujukan kepada RS Hasan Sadikin Bandung yang dinilai lalai dalam menjalankan prosedur.

Kuasa hukum Nina, Krisna Murti, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan damai antara kliennya dengan pihak rumah sakit. Ia juga membantah adanya informasi yang menyebut kedua belah pihak telah berdamai.

"Klien kami belum pernah melakukan permintaan atau kesepakatan damai dengan pihak rumah sakit," katanya di RSHS Bandung, Senin 13 April 2026.

Selain itu, pihak kuasa hukum juga menyoroti peran petugas keamanan rumah sakit. Menurut Krisna, petugas sekuriti diduga tidak mengantisipasi pihak yang membawa bayi, bahkan disebut melakukan intimidasi terhadap kliennya, ia juga menyampaikan dugaan unsur pidana dalam kejadian tersebut.

“Ketika ditanya mengenai dugaan unsur pidana, kami menyampaikan bahwa dugaannya adalah percobaan penculikan bayi atau kemungkinan adanya transaksi tertentu,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....