Dugaan Keracunan MBG di Tasikmalaya, SPPG Temui Orang Tua Siswa

  • 14 Apr 2026 02:54 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab ratusan siswa SMAN 1 Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya keracunan, menyatakan bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan dan memberikan santunan kepada korban. Hal ini terungkap, setelah pengelola SPPG, melakukan pertemuan dengan para orang tua siswa, di Aula SMAN 1 Cisayong, Senin 13 April 2026.

Camat Cisayong, Ayi Mulyana, mengatakan, pertemuan ini, dilakukan untuk mencari solusi antara SPPG dan orang tua. “Kejadian ini menjadi momentum bagi seluruh pengelola dapur di Kecamatan Cisayong untuk meningkatkan standar kualitas dan fasilitas mereka agar lebih layak. Alhamdulillah, mitra MBG juga telah menunjukan itikad baik," ujarnya.

Sementara, Kapolsek Cisayong, AKP Hasan Basri, mengatakan, orang tua siswa telah menerima insiden ini dengan ikhlas. Pengelola dapur, juga mengakui, kekurangan dalam prosedur mereka.

Operasional dapur MBG itu sendiri, telah dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN)."Dapur ini tidak diperbolehkan beroperasi, sebelum rekomendasi dari BGN dipenuhi,” kata Kapolsek.

Sedangkan, Wakil PIC Dapur SPPG Cisayong 1 dari Yayasan Salman, Karel Virlan Latupeirisa, mengatakan, meski penyebab pasti keracunan masih dalam pengujian laboratorium, pihaknya tetap mengedepankan tanggung jawab kemanusiaan."Kami juga telah menyalurkan santunan kepada keluarga yang terdampak. Kami mengcover biaya pengobatan. Saat ini, kami fokus melengkapi sarana dan prasarana yang dianggap kurang sebelum kembali melayani," katanya.

Mediasi itu, dihadiri oleh unsur Forkopimcam Cisayong, hingga perwakilan SPPG, serta mitra penyedia makanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....