Pemkot Bandung Gaungkan Autisme Tingkatkan Kesadaran Lewat Kegiatan

  • 13 Apr 2026 19:56 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap autisme melalui berbagai kegiatan yang digelar sepanjang bulan April. Ia menegaskan, upaya ini tidak cukup dilakukan dalam satu hari peringatan saja, melainkan harus digaungkan secara konsisten sebagai gerakan bersama.

‎Menurut Farhan, momentum World Autism Awareness Day 2026 harus dimanfaatkan untuk memperluas edukasi publik terkait autisme, sekaligus mengurangi stigma yang masih melekat di masyarakat terhadap individu dengan kondisi tersebut.

‎“Selama bulan April ini, gaung tentang Autism Awareness harus terus kita suarakan. Ini bukan hanya peringatan, tapi gerakan bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat,” ujar Farhan, Senin13 April 2026.

‎Ia menjelaskan, berbagai kegiatan yang digelar komunitas autisme di Kota Bandung telah menjadi tradisi tahunan yang sarat makna. Tidak hanya bersifat seremonial, kegiatan tersebut juga menjadi ruang ekspresi bagi individu dengan autisme untuk menunjukkan potensi dan bakat mereka.

‎Beragam pertunjukan seni hingga pameran karya ditampilkan dalam acara tersebut. Farhan pun mengaku terkesan dengan kualitas karya yang dihasilkan.

‎“Karyanya bagus sekali, bahkan ini salah satu yang terbaik yang pernah saya lihat, baik seni rupa maupun kriya,” ungkapnya.



‎Meski demikian, Farhan mengakui Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menghadapi sejumlah tantangan dalam penanganan autisme, terutama dalam hal pendataan. Hingga saat ini, belum tersedia data pasti mengenai jumlah individu dengan autisme di Kota Bandung.

‎Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kompleksitas dalam proses kategorisasi hingga masih kuatnya stigma sosial. Tidak sedikit keluarga yang belum terbuka terkait kondisi anggota keluarganya, bahkan ada yang belum memahami perbedaan autisme dengan gangguan perkembangan lainnya.

‎“Kadang dianggap sebagai keterbelakangan biasa, padahal ini berbeda. Ini yang menjadi tantangan kita dalam penanganan autisme di Kota Bandung,” katanya.

‎Sebagai langkah ke depan, Pemkot Bandung terus berupaya meningkatkan sensitivitas serta respons terhadap fenomena yang berkembang di masyarakat. Seiring kemajuan ilmu pengetahuan, kemampuan dalam mengidentifikasi autisme pun semakin baik.

‎Farhan berharap, peningkatan kesadaran publik dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif bagi individu dengan autisme. Selain itu, hal tersebut juga diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam mendukung kebutuhan mereka.

‎“Yang kita lakukan sekarang adalah setiap kali melihat fenomena, kita berusaha untuk menyentuhnya. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan tentang autisme, kita semakin mampu mengidentifikasi individu-individu tersebut,” tandasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....