Banjir Kota Bandung Dipicu Cuaca Ekstrem dan Sampah
- 13 Apr 2026 12:34 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Banjir yang melanda sejumlah titik di kota Bandung pada Minggu 12 April 2026 dipicu oleh kombinasi cuaca ekstrem dan buruknya kondisi saluran air yang tersumbat sampah. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat volume sampah yang menghambat aliran sungai mencapai ratusan meter kubik dalam satu hari penanganan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa tingginya intensitas hujan menjadi faktor utama, namun kondisi drainase yang tersumbat turut memperparah genangan hingga banjir di berbagai wilayah.
“Banjir kemarin itu memang karena beberapa hal. Selain cuaca ekstrem, juga karena saluran pembuangan banyak tersumbat sampah. Dalam satu hari, kami mengangkut hampir 300 meter kubik sampah dari sungai,” ujar Farhan, Senin 13 April 2026.
Menurutnya, volume sampah yang ditemukan di aliran sungai terbilang tidak biasa dan diduga mengalami peningkatan signifikan. Sampah-sampah tersebut menghambat aliran air, sehingga menyebabkan sungai meluap ke permukiman warga.
“Kalau tidak salah hampir 300 meter kubik, nanti akan kami cek ulang. Yang jelas jumlahnya sangat banyak dan itu menghambat aliran air,” katanya.
Farhan juga menyoroti perubahan jenis sampah yang mendominasi sungai, salah satunya limbah organik seperti batang dan kulit pisang yang jumlahnya meningkat. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya peningkatan volume sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik.
Sebagai langkah penanganan, Pemkot Bandung berencana memperkuat peran petugas Gober (Gorong-gorong dan Kebersihan) untuk mengatasi persoalan sampah di saluran air. Mereka akan diberdayakan lebih optimal dengan penambahan tugas serta kemungkinan peningkatan insentif.
“Kita akan memberdayakan Gober lebih maksimal, dengan tambahan tugas dan tentu akan kita upayakan juga ada penambahan insentif. Ini sedang kita hitung dan mudah-mudahan bisa direalisasikan dalam APBD berjalan,” jelasnya.
Selain itu, Farhan memastikan bahwa infrastruktur pengendali banjir seperti kolam retensi telah berfungsi dengan baik saat kejadian. Namun, luapan tetap terjadi akibat kapasitas sungai yang terganggu oleh tumpukan sampah.
“Kolam retensi berfungsi, semuanya berjalan. Tapi luapan yang terjadi itu karena sungai-sungainya tersumbat sampah,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....