Banjir Rendam Jalan SOR GBLA, Dipicu Tingginya Volume Air

  • 13 Apr 2026 12:12 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Banjir yang melanda kawasan Jalan SOR GBLA, Kota Bandung, sejak Minggu 12 April 2026 dini hari, dipicu oleh tingginya volume air yang melampaui kapasitas normal. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) langsung melakukan penanganan intensif dengan mengoperasikan rumah pompa sejak tengah malam.

‎Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat fenomena back water dari Sungai Cinambo yang meluap karena tingginya debit air.

‎“Volume airnya luar biasa sejak tadi malam. Kami sudah mengoperasikan rumah pompa sejak pukul 00.00 WIB untuk menyedot air. Namun kondisi ini diperparah oleh muka air banjir yang merupakan dampak back water, sehingga Sungai Cinambo tidak mampu menampung,” ujar Rizky, senin 13 April 2036.

‎Ia menambahkan, meskipun di kawasan tersebut telah tersedia sejumlah kolam retensi, kapasitasnya belum mampu menampung lonjakan air yang terjadi. Bahkan, beberapa fasilitas di sekitar lokasi, termasuk kantor Dinas Perhubungan, turut terdampak genangan.

‎“Kolam retensi memang ada, tetapi volumenya sangat besar sehingga tidak tertampung. Apalagi beberapa titik berada di bawah muka air banjir, sehingga dampaknya meluas,” katanya.

‎Hingga pagi hari, petugas masih terus mengoperasikan mesin pompa untuk mengurangi genangan. Tercatat terdapat dua unit mesin pompa yang digunakan secara bergantian agar tidak mengalami overheat.

‎“Pompa terus kami jalankan, namun harus berhenti sementara untuk pendinginan sebelum dioperasikan kembali. Ini kami lakukan sejak semalam,” jelasnya.

‎Selain kolam retensi, di kawasan tersebut juga telah dibangun sumur imbuhan dalam sebagai upaya tambahan untuk menyerap air ke dalam tanah. Namun, dengan kondisi debit air yang tidak normal, upaya tersebut dinilai masih belum cukup optimal.

‎Ke depan, Pemkot Bandung berencana menambah infrastruktur pengendalian banjir, khususnya saat memasuki musim kemarau.

‎“Kami akan terus berupaya mengantisipasi kejadian seperti ini. Mudah-mudahan saat musim kemarau nanti, kita bisa menambah kapasitas penanganan, baik kolam retensi maupun infrastruktur lainnya,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....