Antusiasme Murid Jadikan TKA Pengalaman Belajar yang Positif dan Bermakna

  • 11 Apr 2026 03:20 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP yang berlangsung selama sepekan mendapat respons positif dari siswa di berbagai daerah. Mengusung semangat “Jujur dan Gembira”, asesmen ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik.

Di Kota Cimahi, Jawa Barat, pelaksanaan TKA juga berjalan tertib dan lancar. Tingkat kehadiran siswa di berbagai satuan pendidikan mendekati 100 persen.

Ujian dilaksanakan secara daring, dengan penyesuaian semi-daring untuk jenjang SLB guna memastikan seluruh peserta dapat mengikuti asesmen dengan optimal. Sejumlah siswa di Cimahi mengaku tidak mengalami kendala berarti saat mengerjakan soal.

Rayhan, siswa SMP Negeri 4 Cimahi, menyebut soal TKA relatif mudah selama dikerjakan dengan teliti. “Kalau dibaca dengan cermat, soalnya tidak sulit,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.

Hal senada disampaikan Zafiar yang menilai pelaksanaan TKA berjalan lancar, dengan soal yang relevan dengan materi pembelajaran sebelumnya. Ia juga menambahkan bahwa waktu pengerjaan cukup dan soal dapat dipahami dengan baik.

Secara umum, kesiapan, ketenangan, dan rasa percaya diri menjadi kunci keberhasilan siswa dalam menghadapi TKA. Para peserta mampu menjaga fokus selama ujian serta mengerjakan soal tanpa rasa ragu.

Pelaksanaan TKA tahun ini menunjukkan bahwa asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur capaian belajar, tetapi juga mampu mendorong semangat belajar siswa. Antusiasme yang ditunjukkan peserta dari berbagai daerah menjadi indikator bahwa TKA dapat diterima dengan baik dan memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran di Indonesia.

Antusiasme tinggi terlihat dari tingkat kehadiran peserta yang nyaris sempurna di sejumlah wilayah. Di Sentani, Papua, misalnya, sebanyak 296 siswa di SMP Negeri 1 Sentani mengikuti TKA dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen. Salah satu peserta, Gloria El A.K. Joteni, mengaku sempat merasa gugup sebelum ujian dimulai. Namun, perasaan tersebut berangsur hilang setelah mulai mengerjakan soal.

Pengalaman serupa juga dirasakan siswa di Jakarta. Arya Dwi Putra, siswa kelas IX SMP Negeri 239 Jakarta, menilai TKA bukan sekadar ujian, melainkan sarana untuk mengukur kemampuan akademik secara menyeluruh.

“Setelah mengikuti TKA, saya merasa sangat senang dan semangat. Ini membantu saya mengetahui sejauh mana kemampuan saya,” katanya.

Sementara itu, Jihan, siswa lainnya di sekolah yang sama, menyebut TKA memberi manfaat tambahan berupa peningkatan wawasan dan pemanfaatan teknologi secara bijak. Ia juga menilai soal yang diujikan masih selaras dengan materi yang telah dipelajari di kelas

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....