Pemkot Bandung Siapkan Strategi Serap 150 Ribu Tenaga Usia Produktif

  • 10 Apr 2026 12:10 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menegaskan pentingnya peran investasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat. Wali Kota Bandung, M Farhan, menyebut investasi akan menjadi pintu masuk terciptanya berbagai lapangan usaha yang berujung pada penyerapan tenaga kerja.

‎“Pertama, investasi akan membuka banyak lapangan usaha. Dari lapangan usaha tersebut, kita akan lakukan matching antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Farhan, Jumat 10 April 2026.

‎Menurutnya, proses penyesuaian antara kemampuan tenaga kerja dan kebutuhan industri bukan hal yang mudah. Hal ini karena melibatkan banyak pihak, terutama pelaku usaha yang menjadi aktor utama dalam penciptaan lapangan pekerjaan.


‎“Ini kunci yang tidak mudah sama sekali karena melibatkan banyak sekali pelaku. Nah, pelakunya ini yang paling utama adalah dari dunia usaha,” katanya.

‎Farhan juga menyoroti fenomena yang kerap terjadi di kota besar seperti Bandung, yakni meningkatnya angka pengangguran seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini dipicu oleh tingginya arus urbanisasi, di mana banyak orang datang ke Bandung untuk mencari peluang kerja.

‎“Kadang kita terjebak dalam statistik. Ketika pertumbuhan ekonomi tinggi, tingkat pengangguran juga bisa meningkat karena semua orang datang ke Kota Bandung,” jelasnya.

‎Namun demikian, ia menilai kondisi tersebut tidak semata menjadi persoalan, melainkan peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik. Kehadiran penduduk usia produktif dinilai sebagai potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jika dikelola secara tepat.

‎“Nah ini yang harus kita jadikan sebagai peluang. Hadirnya kelompok usia produktif di Kota Bandung itu mesti ditangkap dengan baik,” tambahnya.

‎Berdasarkan data LACI RW yang baru saja memperoleh rekomendasi kelayakan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Pemerintah Kota Bandung mencatat adanya sekitar 150 ribu pendatang baru yang berada dalam kategori usia produktif.

‎" berkomitmen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan guna memastikan tenaga kerja yang tersedia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....