Dugaan Keracunan, Satgas MBG Tasikmalaya: Korban Ditangani, SPPG Ditutup
- 10 Apr 2026 11:12 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya- Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, menangani keracunan massal akibat Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang menimpa ratusan siswa SMAN 1 Cisayong. Tim Satgas MBG
telah mengambil sampel makanan, untuk uji laboratorium di Bandung.
"Penyebab masih diselidiki karena baru kita ambil sampel dan dikirim ke lab di Bandung," kata Ketua Tim Satgas Makan Bergizi Gratis, Ruby Azhari, Jumat 10 April 2026.
Ruby memastikan, korban keracunan mendapat penanganan medis maksimal. Pihaknya lanjut Ruby, melaporkan kejadian ini ke Badan Gizi Nasional (BGN).
“Sementara, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang bersangkutan, sementara diberhentikan operasionalnya oleh BGN, mulai hari ini,” katanya.
Ruby menyayangkan peristiwa dugaan keracunan MBG terulang. Pihaknya meminta agar pengelola SPPG lebih berhati hati.
"Ke depan diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban," ujarnya.
Sebelumnya, ratusan pelajar SMAN 1 Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami gejala keracunan, seperti pusing, mual dan muntah. Para siswa ini mengalami gejala tersebut, usai menyantap MBG.
Belasan pelajar mendapat penanganan medis di Puskesmas Cisayong, Kamis sore 9 April 2026. Bahkan, satu pelajar harus dirujuk ke RSUD KHZ Musthafa.
Menurut salah seorang guru SMAN 1 Cisayong Arif, siswa menyantap menu MBG di hari Rabu 8 April 2026.”yang mengeluhkan gejala ada 114, 14 dirawat. Jadi menu makan di hari Rabu, dan siswa merasakan gejala pada saat malamnya,” ujarnya.
Sedangkan Camat Cisayong, Ayi Mulyana membenarkan kejadian itu. Para korban langsung ditangani petugas medis.
"Penyebab dan lainya masih dalam penyelidikan," katanya.
Berdasarkan pengakuan siswa, mereka merasakan gejala keracunan usai konsumsi
sayur sop dari MBG."Bagi siswa yang merasakan gejala yang sama segera datangi layanan medis terdekat," ujar Ayi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....