Bayi Digendong Orang Tak Dikenal, RSHS Minta Maaf dan Akan Dievaluasi Kemenkes
- 10 Apr 2026 11:44 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelayanan yang dialami bayi dari pasien Nina Saleha (37). Permohonan maaf tersebut disampaikan menyusul beredarnya video yang viral di media sosial TikTok pada 8 April 2026 terkait pelayanan kesehatan di RSHS.
Dalam video itu, Nina mengatakan bayinya sempat digendong orang tak dikenal. Ia pun segera mengambil bayinya dan meminta penjelasan, ia pun menceritakan peristiwa itu di media sosial.
Dalam keterangan resminya, manajemen RSHS menyatakan penyesalan atas peristiwa yang dialami pasien selama menjalani perawatan.
“Manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan yang dialami anak Ibu Nina Saleha selama mendapatkan pelayanan kesehatan,” melalui siaran pers RSHS, Kamis 9 April 2026.
Pihak rumah sakit menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas layanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga mutu pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, tim RSHS juga telah melakukan kunjungan langsung kepada Nina untuk menindaklanjuti keluhan yang disampaikan. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak disebut telah berkomunikasi dengan baik hingga permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
RSHS menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta melakukan perbaikan berkelanjutan guna menjaga kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) di Kementerian Kesehatan RI dr Azhar Jaya mengatakan akan melakukan evaluasi di RSHS atas kejadian tersebut.
Ketika ditanya apakah manajemen termasuk direktur utama RSHS akan dikenakan sanksi, ia mengungkap hal itu perlu dikaji terlebih dahulu.
“Yang jelas akan ada evaluasi,” kata dia, saat dihubungi, Kamis 9 April 2026 malam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....