Insiden Bayi, Kemenkes: RSHS Sudah Temui Pasien dan Sampaikan Permohonan Maaf
- 10 Apr 2026 11:08 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merespons dugaan kelalaian pelayanan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kelalaian itu terkait insiden bayi yang sempat digendong oleh orang tak dikenal di ruang perawatan.
Direktur terkait pelayanan kesehatan di Kemenkes, dr. Azhar Jaya, menyampaikan bahwa pihak RSHS telah mengambil langkah awal dengan mendatangi keluarga pasien. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus penyampaian permohonan maaf.
“Pihak RSHS berinisiatif mengunjungi rumah keluarga pasien dan diterima dengan baik. Dalam pertemuan itu, tim rumah sakit menyampaikan ucapan selamat atas kelahiran bayi Ibu Nina serta permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama pelayanan,” ujar Azhar saat dikonfirmasi, Kamis 9 April 2026 malam.
Selain itu, Kemenkes menegaskan bahwa insiden yang sempat viral di media sosial akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pihak rumah sakit. Evaluasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
“Konten yang beredar di media sosial akan menjadi bahan evaluasi bagi RSHS untuk memperbaiki mutu pelayanan kesehatan,” kata Azhar.
Sebelumnya, seorang ibu bernama Nina Saleha (37) mengaku hampir kehilangan bayinya di ruang perawatan RSHS Bandung. Peristiwa itu terjadi pada Rabu 8 April 2026. Saat itu ia mendapati bayinya sedang digendong oleh seseorang yang tidak dikenalnya.
Nina diketahui merupakan pasien rujukan. Ia melahirkan di Rumah Sakit Unpad pada 1 April, sebelum bayinya dirujuk ke RSHS pada 5 April.
Pada hari kejadian, Nina sempat meninggalkan rumah sakit untuk mengambil keperluan bayi. Ia kemudian mendapat informasi bahwa bayinya sudah diperbolehkan pulang.
Saat kembali ke rumah sakit setelah sempat makan di luar bersama suaminya, ia merasakan firasat tidak nyaman dan memutuskan untuk mengecek kondisi bayinya. Setibanya di ruang perawatan, Nina terkejut melihat bayinya berada dalam gendongan orang lain yang bukan tenaga medis.
“Saya tanya kenapa bayi saya digendong. Orang itu terlihat bingung. Saya yakin itu bayi saya dari pakaian dan selimut yang saya siapkan,” ujar Nina.
Situasi tersebut sempat memicu keramaian hingga perawat berdatangan. Namun, Nina mengaku tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari petugas.
Ia juga mengaku tidak melihat adanya petugas keamanan yang berjaga di ruang bayi saat kejadian berlangsung. Nina kemudian menyatakan kekecewaannya terhadap pelayanan rumah sakit dan berencana melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib agar tidak terulang dan tidak menimpa pasien lain di kemudian hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....