Harga Kebutuhan Pokok di Bandung Stabil Pasca Idulfitri

  • 10 Apr 2026 09:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Harga kebutuhan pokok di Kota Bandung terpantau relatif stabil dan kembali normal pasca perayaan Idulfitri, meski sempat diwarnai kondisi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.

‎Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menyampaikan bahwa saat ini kondisi harga di pasaran tidak mengalami lonjakan signifikan. Justru, menurutnya, tantangan yang dihadapi bukan pada ketersediaan barang, melainkan daya beli masyarakat yang cenderung menurun.

‎“Setelah Idulfitri, harga mulai kembali normal. Yang menjadi persoalan saat ini justru pembeli yang berkurang, bukan ketersediaan barang,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.

‎Ia menjelaskan, pemerintah telah mengantisipasi potensi dampak kemarau panjang yang diprediksi terjadi tahun ini. Berbagai langkah telah disiapkan sejak dini untuk menjaga stabilitas pasokan pangan di Kota Bandung.

‎Dari sisi ketersediaan, Gin Gin memastikan stok bahan pokok masih dalam kondisi aman. Hal ini didukung oleh cadangan yang dimiliki distributor hingga pedagang eceran di berbagai pasar.

‎“Kalau melihat kondisi saat ini, ketersediaan masih cukup. Cadangan dari distributor sampai pedagang masih tersedia. Untuk beras, misalnya, stoknya bisa bertahan hingga sekitar 72 hari ke depan, atau hampir tiga bulan,” jelasnya.

‎Selain itu, pemerintah juga tengah menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Program nasional tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Mei 2026, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

‎“Penyaluran bantuan ini turut membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan pangan di lapangan,” katanya.

‎Dalam jangka menengah, DKPP Kota Bandung juga terus melakukan berbagai upaya strategis, seperti penyiapan lahan pertanian, penggunaan bibit unggul, hingga penerapan sistem pompanisasi untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

‎Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tidak semua komoditas memiliki daya tahan yang sama. Berbeda dengan beras yang dapat disimpan dalam waktu relatif lama, komoditas hortikultura seperti sayuran dan cabai memiliki masa simpan yang jauh lebih singkat.

‎“Untuk sayuran hanya bertahan sekitar 3 hingga 4 hari. Cabai juga demikian, karena sistem penyimpanannya belum permanen. Namun, sejauh ini ketersediaannya masih mencukupi kebutuhan harian masyarakat,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....