Dinsos Bandung Masih Cari Lahan 5 Hektare untuk Sekolah Rakyat
- 10 Apr 2026 09:34 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Sosial (Dinsos) masih menghadapi kendala dalam penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Hingga saat ini, kebutuhan lahan minimal seluas 5 hektare sesuai standar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum terpenuhi.
Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengatakan program Sekolah Rakyat merupakan amanah dari pemerintah pusat yang harus direalisasikan oleh daerah. Namun, proses pencarian lahan yang sesuai masih menjadi tantangan utama.
“Sekolah Rakyat ini merupakan amanah pusat yang harus dilaksanakan. Ada standar dari Kementerian PUPR, yaitu minimal lahan 5 hektare. Kami terus mencari bersama dinas terkait. Sudah ada tiga lokasi yang ditemukan, tetapi belum memenuhi syarat,” ujar Yorisa, Jumat 10 April 2026.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung menargetkan usulan pembangunan Sekolah Rakyat dapat diajukan ke pemerintah pusat pada 2027, dengan harapan proses pembangunan dapat dimulai pada 2027 hingga awal 2028.
Sejauh ini, beberapa lokasi sempat diidentifikasi, namun luasnya masih di bawah ketentuan. Oleh karena itu, pencarian terus dilakukan, termasuk membuka peluang lokasi di luar wilayah administratif Kota Bandung, dengan catatan lahan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kota Bandung.
“Kalau di luar kota boleh saja, asalkan asetnya milik Kota Bandung. Kalau milik kabupaten, nanti akan menjadi kewenangan kabupaten,” jelasnya.
Untuk sementara, program Sekolah Rakyat di Kota Bandung masih berjalan dalam tahap rintisan. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di sejumlah fasilitas yang sudah ada, seperti Balai Latihan Kerja, Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos/STKS), dan Wyata Guna.
Selain itu, wilayah Bandung Timur, khususnya di Kecamatan Ujung Berung dan Kecamatan Cibiru, menjadi salah satu kawasan yang dipertimbangkan sebagai lokasi potensial pembangunan Sekolah Rakyat ke depan.
Saat ini, jumlah peserta didik dalam program rintisan Sekolah Rakyat mencapai sekitar 250 siswa. Mereka terbagi dalam 10 kelas dengan masing-masing kelas berisi 25 orang siswa, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Total ada 250 siswa, dengan 10 kelas. Ini masih tahap rintisan sambil menunggu kesiapan lahan dan pembangunan sekolah yang permanen,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....