Gejolak Geopolitik Global Picu Kenaikan Harga Kedelai
- 10 Apr 2026 09:30 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada sektor pangan di dalam negeri. Salah satu komoditas yang terdampak signifikan adalah kedelai, bahan baku utama produksi tahu dan tempe yang hingga kini masih bergantung pada impor.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengungkapkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor masih sangat tinggi. Hampir seluruh kebutuhan kedelai nasional dipasok dari luar negeri seperti Amerika Serikat, Brasil, dan India.
“Iya, itu lebih banyak karena hampir 100 persen kedelai kita berasal dari luar negeri. Konsumen, termasuk industri olahan makanan, masih bergantung pada kedelai impor. Produk pangan berbasis kedelai lokal masih belum meyakinkan, sehingga ketergantungannya tinggi,” ujar Gin Gin, Jumat 10 April 2026.
Ia menjelaskan, kondisi global yang tidak stabil turut memengaruhi rantai pasok dan harga kedelai di pasaran. Jika sebelumnya harga kedelai berada di kisaran Rp6.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Artinya, terjadi kenaikan hampir 40 persen dalam waktu relatif singkat.
Kenaikan harga ini berdampak langsung pada para pelaku usaha, khususnya produsen tahu dan tempe di Kota Bandung. Untuk menyiasati kondisi tersebut, sebagian produsen terpaksa melakukan penyesuaian, seperti mengurangi ukuran produk namun mempertahankan harga jual agar tetap terjangkau oleh konsumen.
“Untuk konsumsi rumah tangga, masyarakat masih bisa menggunakan pola konsumsi beragam sebagai alternatif. Namun untuk produksi tahu, tempe, dan kecap, itu 100 persen bergantung pada kedelai impor,” jelasnya.
Selain kedelai, komoditas lain seperti daging sapi juga memiliki ketergantungan terhadap impor, meski tidak sebesar kedelai.
" Sebagian kebutuhan sapi segar maupun sapi hidup masih didatangkan dari luar negeri, yang turut dipengaruhi oleh kebijakan harga pemerintah dan dinamika pasar global," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....