Wali Kota Bandung Tekankan Penguatan Karakter Siswa
- 09 Apr 2026 17:48 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan instrumen evaluasi untuk mengukur kualitas pendidikan secara nasional, bukan sebagai penentu kelulusan siswa.
“TKA ini adalah alat ukur kemampuan akademik siswa secara nasional. Hasilnya menjadi semacam ‘rapor’ bagi kita semua untuk melihat kualitas pendidikan, tetapi bukan penentu lulus atau tidaknya anak-anak,” ujar Farhan saat ditemui di Bandung, Kamis 9 April 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Farhan di sela-sela kegiatan peninjauan pelaksanaan TKA sekaligus menghadiri pengukuhan pengurus Asosiasi Kepala Sekolah Seluruh Indonesia Kota Bandung di SMP Negeri 1 Bandung.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pelaksanaan TKA di Kota Bandung berjalan lancar tanpa kendala berarti. Farhan menyebut, seluruh infrastruktur pendukung, mulai dari jaringan internet hingga perangkat ujian, berada dalam kondisi optimal.
“Alhamdulillah, secara infrastruktur semua berjalan lancar. Tidak ada kendala, baik dari sisi jaringan maupun perangkat. Pelaksanaan juga dibagi dalam beberapa gelombang untuk memastikan kelancaran,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Farhan juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus AKSI Kota Bandung yang baru dikukuhkan, termasuk Ketua DPC AKSI Kota Bandung, Suratman. Ia menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai garda terdepan dalam membentuk kualitas pendidikan sekaligus karakter siswa.
Menurutnya, kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap capaian akademik, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membina mental dan perilaku peserta didik agar terhindar dari kecenderungan negatif, termasuk kekerasan.
“Sebagai kepala sekolah, kita memiliki tanggung jawab besar untuk membina anak-anak agar tidak tumbuh dengan mentalitas yang mengarah pada kekerasan,” tegasnya.
Farhan mengakui, dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan kompleks, baik yang bersifat klasik maupun modern. Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah potensi tawuran pelajar. Meski tidak berskala besar, ia menilai fenomena tersebut tetap harus ditangani secara serius dan berkelanjutan.
Di sisi lain, ia juga menyoroti dampak disrupsi digital yang membawa dua sisi bagi perkembangan generasi muda. Akses terhadap informasi yang luas dinilai menjadi peluang besar, namun juga menyimpan risiko apabila tidak disertai dengan pengawasan dan literasi yang memadai.
“Disrupsi digital membuka akses pengetahuan yang luas bagi anak-anak kita. Namun di sisi lain, tanpa filter yang memadai, mereka juga terekspos pada konten negatif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Farhan mengungkapkan hasil survei Dinas Kesehatan Kota Bandung yang menunjukkan tingginya indikasi gangguan kesehatan mental di kalangan pelajar.
“Terdapat sekitar 60 hingga 70 ribu siswa dari tingkat SD hingga SMA di Kota Bandung yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental, mulai dari stres ringan hingga depresi berat,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tekanan sosial, tuntutan akademik, hingga paparan digital yang semakin intens.
Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Kota Bandung terus mendorong penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan instruktur dari unsur TNI dan Polri untuk memberikan pembinaan kepada siswa, khususnya di tingkat kelas 8 dan 9.
Program ini bertujuan untuk membentuk kedisiplinan, meningkatkan kemampuan pengendalian diri, serta memperkuat ketahanan mental siswa agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif.
“Kita ingin memastikan anak-anak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu mengendalikan diri, serta memiliki nilai-nilai moral yang baik,” katanya.
Farhan berharap, keberadaan AKSI dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Bandung dalam menjaga kualitas pendidikan sekaligus membina generasi muda.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan para kepala sekolah, kita optimistis dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan siap menjadi pemimpin masa depan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....