Wali Kota Bandung Tekankan Deteksi Dini Risiko Lingkungan
- 09 Apr 2026 09:52 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung kembali menggulirkan program Siskamling Siaga Bencana sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai potensi risiko di lingkungan kewilayahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa program Siskamling tidak hanya berfungsi menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga memiliki peran penting sebagai sarana deteksi dini terhadap potensi bencana, seperti cuaca ekstrem yang kerap terjadi belakangan ini.
“Sejak awal, Siskamling ini memang kita rancang sebagai siaga bencana. Kita merasakan sendiri bagaimana cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan pohon tumbang hingga mengganggu aktivitas warga,” ujar Farhan saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Sekejati, Kamis 9 April 2026.
Farhan mencontohkan kejadian cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari sebelumnya di sejumlah titik di Kota Bandung, yang mengakibatkan pohon-pohon besar tumbang dan sempat menghambat aktivitas masyarakat. Meski demikian, ia memastikan proses penanganan oleh pemerintah berjalan cepat sehingga kondisi kota dapat segera kembali normal.
“Kota Bandung relatif cepat pulih. Namun kewaspadaan harus tetap kita jaga, karena potensi cuaca ekstrem masih ada,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat, khususnya di tingkat Rukun Warga (RW), dalam mengidentifikasi berbagai persoalan lingkungan secara langsung. Menurutnya, pendekatan berbasis kewilayahan menjadi kunci dalam merumuskan solusi yang tepat dan efektif.
Ia menjelaskan, data yang dihimpun melalui program Laci RW menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pengambilan kebijakan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“Sekarang arah pembangunan kita berbasis data. Kita tidak ingin semua diseragamkan, karena setiap wilayah memiliki karakter dan persoalan yang berbeda,” jelasnya.
Melalui forum Siskamling Siaga Bencana tersebut, berbagai persoalan kewilayahan turut disampaikan oleh warga. Mulai dari banjir akibat luapan sungai, kondisi infrastruktur jalan yang rusak, drainase yang tersumbat, hingga kebutuhan penerangan jalan umum (PJU).
Menanggapi hal itu, Farhan memastikan seluruh laporan warga akan segera ditindaklanjuti melalui survei teknis oleh perangkat daerah terkait. Pemerintah akan memetakan setiap persoalan dan menentukan skala prioritas penanganan.
“Kita petakan satu per satu. Semua akan disurvei dan ditindaklanjuti sesuai prioritas,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan lingkungan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Siskamling ini bukan hanya soal ronda, tapi bagaimana kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mengantisipasi risiko sejak dini,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....